Konsumen pun ikut merasakan dampaknya. Linlin (48), warga Cimahi, mengaku tetap berbelanja meski harga naik karena kebutuhan pokok tidak bisa ditunda.
“Saya biasanya menyimpan stok, jadi ketika harga naik tidak terlalu khawatir. Belanja tetap aman tanpa mengurangi kebiasaan sehari-hari,” ujarnya.
Namun ia berharap harga segera kembali normal.
“Pembeli dan penjual sama-sama saling membutuhkan, jangan sampai kondisi ini terus memberatkan,” tambahnya.
Baca Juga:Bandung Belum Beranjak dari Kategori Nindya dalam Kota Layak AnakMau Rambut Kuat dan Indah? Coba 5 Rekomendasi Vitamin Rambut Lokal Ini
Situasi serupa terjadi di Pasar Atas Baru, Kota Cimahi. Titin (43), pedagang beras, mengaku harga sudah lama bertahan tinggi.
“Sekarang harga beras masih mahal. Medium Rp14.000 per kilogram, premium Rp16.500 per kilogram. Udah lama naiknya, enggak turun lagi,” katanya.
Menurut Titin, tingginya harga kemungkinan dipengaruhi penyerapan beras lokal oleh Perum Bulog, sementara pedagang pasar tradisional tidak mendapat pasokan dari program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP).
“Kurang tahu kenapa mahal terus, padahal stok cukup. Saya dapat beras dari Indramayu sama Kabupaten Bandung. Bisa jadi sekarang banyak diserap Bulog,” ujarnya.
Ia mengungkapkan penjualan beras menurun drastis. Jika biasanya mampu menjual hingga 2 ton per hari, kini hanya separuhnya. Penurunan daya beli juga diperparah berkurangnya bantuan pangan gratis serta beredarnya beras SPHP yang dijual murah.
“Sekarang agak menurun. Masyarakat yang biasanya beli satu karung, sekarang paling jadi setengah karung,” jelas Titin.
Kondisi ini dirasakan pula oleh masyarakat kelas menengah ke bawah. Tuti Restuti (65), warga Kelurahan Leuwigajah, mengaku keberatan.
Baca Juga:RUPSLB Tetapkan Pengurus Baru, PGN Mantapkan Langkah Strategis di Ekosistem Gas Bumi NasionalKomisi III Belum Diajak Membahas Resmi Pembentukan Super Holding BUMD
“Buat keluarga sederhana kaya saya, harga sekarang terutama beras sangat memberatkan. Biasanya beli satu karung premium, tapi sekarang jarang,” katanya.
Lonjakan harga pangan pokok di Cimahi kini menjadi persoalan mendesak. Pedagang kehilangan omzet, sementara masyarakat terbebani pengeluaran harian.
Meski stok aman, harga masih sulit ditekan karena kendala distribusi dan dominasi penyerapan oleh Bulog.
Para pedagang berharap pemerintah segera turun tangan memberikan solusi konkret agar gejolak harga tidak semakin meluas.
