Komisi III Belum Diajak Membahas Resmi Pembentukan Super Holding BUMD

Ketua Komisi III DPRD Jabar Jajang Rohana. (hum DPRD Jabar)
Ketua Komisi III DPRD Jabar Jajang Rohana. (hum DPRD Jabar)
0 Komentar

JABAR ESKPRES – Ketua Komisi III DPRD Jabar Jajang Rohana turut merespon terkait wacana pembentukan Super holding BUMD. Menurutnya wacana itu belum sampai dibicarakan secara resmi dengan Komisi III.

“Secara resmi memang belum, ” katanya saat ditemui di DPRD Jabar, Rabu (27/8).

Politikus PKS itu melanjutkan, meski belum resmi dibahas tapi pihaknya melihat semangat dari pembentukan Super Holding itu. “Itu kan karena dari BUMD yang ada belum sehat semua,” sambungnya.

Baca Juga:Universitas Pendidikan Indonesia Sambut 12.519 Mahasiswa Baru TA 2025/2026 Melalui Kegiatan Moka-KuArtotel Wanderlust Sambut Kemeriahan Hari Kemerdekaan RI dengan Meluncurkan Kampanye “Waktu Indonesia Semarak”

Jajang menuturkan, saat ini DPRD Jabar juga tengah membahas Raperda tentang Tata Kelola BUMD. “Ini inisiatif DPRD, ” jelasnya.

Raperda itu harapannya bisa menjadi payung hukum yang kuat untuk perbaikan BUMD. Namun memang terkait super holding itu juga belum dibahas secara spesifik. ‘Itu (super holding. Red) kan baru wacana dari beliau (Gubernur.red), ” jelasnya.

Jajang berharap beberapa wacana yang beredar terkait BUMD itu segera dibahas bersama. Termasuk gagasan yang baru dilontarkan mengenai BIJB Kertajati menjadi pusat industri pertahanan. “Kami harap ini bisa segera dibahas bersama, ” tuturnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) berencana membentuk superholding Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Tapi itu masih dalam tahap wacana dan kajian.

Wacana itu mencuat di internal Biro BUMD, Investasi dan Administrasi Pembangunan (BIA) Jabar. Sejumlah pakar ekonomi juga telah diajak membahas hal ini, termasuk Helmy Yahya yang kini juga duduk sebagai Komisaris Bank BJB.

Konsep detail dari superholding ini masih belum difinalisasi. Opsi yang dipertimbangkan antara lain menggabungkan seluruh BUMD di Jabar, melakukan merger berdasarkan kesamaan inti usaha (core business), atau pendekatan lainnya.

Di sisi lain, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi sempat menyampaikan bahwa nantinya BUMD itu disisakan dua saja. Yaitu Bank BJB dan satu BUMD gabungan. (son)

0 Komentar