JABAR EKSPRES – Sebanyak 197 pelajar di wilayah Kabupaten Bogor diamankan oleh pihak kepolisian saat hendak berangkat ke Jakarta untuk mengikuti aksi unjuk rasa di Gedung DPR, Senayan, Kamis (28/8).
Para pelajar tersebut diamankan melalui operasi penyekatan di sejumlah titik strategis, seperti jalan tol, jalur arteri, terminal, dan stasiun kereta api. Mereka kemudian dibawa ke Markas Polres Bogor di Cibinong untuk diberikan pembinaan.
Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, mengungkapkan bahwa motivasi utama para pelajar ini hanyalah ikut-ikutan. Mereka tergabung dalam grup WhatsApp dan menerima ajakan melalui media sosial serta selebaran digital (flyer).
Baca Juga:Kematian Driver Ojol, Cermin Buram Penanganan Demonstrasi di IndonesiaDriver Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob, Massa Geruduk Mako Kwitang
“Rata rata para pelajar SMK ini mendapat ajakan melalui medsos, bahkan ada yang membuat whatsapp grup yang disitu berisi ajakan berangkat ke Jakarta,” ujarnya, Kamis (28/8) malam.
Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa para pelajar tersebut diminta membayar Rp10 ribu untuk bisa ikut dalam rombongan menuju lokasi demo.
“Informasinya uang itu untuk membeli cat dan pilok, mungkin mereka mau melakukan aksi vandalisme di wilayah Jakarta,” ucapnya.
Dari total pelajar yang diamankan, 16 orang di antaranya diketahui sudah lulus dari sekolah.
Lebih lanjut, pihak kepolisian mengamankan tiga orang pelajar yang diketahui menjadi admin grup WhatsApp tersebut. Ketiganya kini sedang menjalani pemeriksaan intensif.
“Tadi ada admin grup nya ada 3 orang, sedang kami periksa secara intensif,” pungkasnya.
