Ketua Umum Ikatan Ahli Pracetak Prategang Indonesia (IAPPI) sekaligus akademisi Teknik Sipil Universitas Persada Indonesia Y.A.I, Dr. Ir. Hari Nugraha Nurjaman, M.T. juga menegaskan pentingnya penggunaan teknologi pracetak dalam proyek berskala besar.
“Dalam proyek pembangunan massal, aspek kekuatan struktur tidak bisa ditawar. Modular beton memastikan setiap elemen rumah dibangun dengan presisi tinggi, aman dari bencana, dan bisa bertahan dalam jangka panjang,” jelasnya.
Hari juga menyoroti pentingnya pengujian beton melalui laboratorium dan pengawasan mutu yang ketat sebagai bagian dari komitmen terhadap keselamatan penghuni.
Langkah Selanjutnya: Groundbreaking Rusunami di TMII Oktober 2025
Baca Juga:Persib Tambah Tembok Italia: Federico Barba Siap Perkokoh Lini BelakangRekrutan Emas! Thom Haye Jadi Motor Baru Persib Bandung
Setelah Merauke, Beton Merah Putih akan melanjutkan kiprahnya di Jakarta dengan membangun *rumah susun murah (rusunami) di Taman Mini Indonesia Indah mulai Oktober 2025. Proyek ini menjadi bagian integral dari kontribusi sektor swasta terhadap keberhasilan Program 3 Juta Rumah.
“Kami berkomitmen untuk terus berada di garis depan mendukung program kerakyatan ini. Produk kami dirancang untuk memastikan pembangunan yang cepat, aman, dan efisien—tanpa kompromi terhadap kualitas,” pungkas Syamsudin.
Beton Merah Putih: Solusi Konstruksi Masa Depan
Dengan kapabilitas teknologi tinggi, sistem manajemen mutu, dan jaringan logistik yang luas, Beton Merah Putih tidak hanya menyediakan beton, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dan swasta dalam mewujudkan hunian yang layak bagi seluruh rakyat Indonesia.
Inovasi modular beton ini membuktikan bahwa dengan kolaborasi, teknologi, dan visi yang kuat, Indonesia mampu menjawab tantangan backlog perumahan secara nyata mulai dari Merauke, hingga ke seluruh pelosok negeri.
