Jejak Ciung Wanara di Situs Geger Sunten, Ciamis

Ketua LMDH Geger Sunten, Dodo Soleh Wijaya, berada di lokasi Situs Geger Sunten, Desa Tambaksari, Kecamatan Ta
Ketua LMDH Geger Sunten, Dodo Soleh Wijaya, berada di lokasi Situs Geger Sunten, Desa Tambaksari, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis. (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

Pelariannya menjadi awal dari sebuah pemberontakan rakyat yang besar. Ciung Wanara berhasil mengonsolidasikan kekuatan dan dukungan rakyat yang telah lama menderita.

Perlawanan itu berujung pada kekalahan Tamperan dan membuka babak baru kepemimpinan yang adil di Galuh di bawah Ciung Wanara.

Kini, berabad-abad kemudian, Situs Geger Sunten tidak hanya menjadi monumen bisu dari sebuah epos besar.

Baca Juga:Mager Keluar Rumah? Ini 10 Aktivitas Self-Healing yang Bisa Kamu Lakukan di Rumah SajaGlowing ala Jang Wonyoung? Ternyata Nggak Perlu Skincare Mahal, Ini Rahasianya!

Lokasi seluas 3,5 hektare ini telah bertransformasi menjadi destinasi budaya dan spiritual yang menarik.

“Di kawasan ini, terdapat 69 punden berundak yang tersebar, sebuah sumur tua yang dipercaya masyarakat memiliki air yang mampu menolak ilmu hitam, serta berbagai jejak peninggalan yang diyakini pernah menjadi tempat persinggahan dan pertapaan raja-raja Jawa,” ungkap Dodo.

Sejarah penemuan situs ini pun memiliki ceritanya sendiri. Geger Sunten mulai dikenal secara terbatas pada tahun 1965. Namun, situs ini sempat kembali terlupakan dan ‘ditemukan’ kembali oleh masyarakat secara lebih luas pada tahun 2006 setelah melalui proses ekskavasi dan penelitian.

Hingga saat ini, aura mistis dan historis Situs Geger Sunten masih sangat kental, tidak terlepas dari legenda Ciung Wanara yang melekat erat.

“Tempat ini terus mengingatkan kita bahwa dari balik bukit-bukit sunyi di Ciamis, pernah lahir sebuah cerita tentang keadilan, keberanian, dan pembebasan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah panjang Kerajaan Galuh dan identitas masyarakat Jawa Barat,” kata Dodo Soleh Wijaya. (CEP)

0 Komentar