Bagi peneliti, Gunung Batu adalah kunci untuk memahami bagaimana Sesar Lembang bergerak dan seberapa besar ancaman yang ditimbulkan. Data dari kawasan ini sangat penting untuk memperkuat upaya mitigasi bencana, mengingat jutaan penduduk tinggal di sekitar Bandung Raya, tepat di atas zona rawan gempa.
Meski menyimpan potensi bahaya, Gunung Batu tetap menjadi daya tarik wisata alam. Jalur pendakiannya relatif singkat, sehingga cocok bagi pengunjung yang ingin menikmati panorama tanpa perlu stamina besar. Dari puncak, pengunjung dapat menyaksikan keindahan Kota Bandung, Gunung Tangkuban Parahu, hingga hamparan pegunungan di sekitarnya.
Namun daya tarik Gunung Batu tidak berhenti pada pemandangan. Bagi pelajar dan mahasiswa, kawasan ini sering dijadikan lokasi studi lapangan. Informasi geologi yang tersedia menjadikannya sebagai ruang kelas terbuka untuk memahami bagaimana bumi bekerja.
Baca Juga:Fakta Ilmiah Sesar Lembang, Ancaman Gempa Besar yang Mengintai Bandung RayaMitigasi Lebih Penting dari Teknologi, BRIN Ingatkan Risiko Gempa Sesar Lembang
“Gunung Batu itu unik. Di satu sisi indah, di sisi lain menyimpan catatan aktivitas bumi. Jadi cocok dijadikan wisata sekaligus sarana edukasi,” kata Asep, warga Pagerwangi.
Gunung Batu adalah contoh nyata bagaimana alam menyimpan dua wajah: keindahan yang menenangkan sekaligus potensi ancaman yang tak boleh diabaikan. Keberadaannya menjadi pengingat bahwa manusia hidup di atas bumi yang terus bergerak.
“Bagi wisatawan, mendaki Gunung Batu berarti mengejar panorama dan udara segar. Bagi ilmuwan, gunung ini adalah saksi perubahan geologi yang masih berlangsung. Dan bagi warga, ia adalah bagian dari kehidupan sehari-hari yang mengajarkan arti berdamai dengan alam,” pungkas Asep. (Wit)
