Cimahi Dorong Pelestarian Aksara Sunda Lewat Workshop Manajemen Seni

Cimahi Dorong Pelestarian Aksara Sunda Lewat Workshop Manajemen Seni
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana saat Membuka Workshop Manajemen Seni kota Cimahi Tahuj 2025di Alam Wisata Cimahi (mong)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Upaya pelestarian budaya lokal kembali digaungkan di Kota Cimahi, Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi bersama Dewan Kesenian Kota Cimahi (DKKC) resmi membuka Workshop Manajemen Seni, yang menekankan pentingnya penguatan identitas budaya, termasuk aksara daerah, khususnya Aksara Sunda.

Kegiatan ini diikuti sekitar 100 pelaku seni dari berbagai sanggar di Cimahi, kehadirannya tidak hanya sekadar pembinaan seni, tetapi juga langkah strategis dalam menghidupkan kembali aksara daerah yang mulai terpinggirkan.

“Saya bersyukur Disbudparpora maupun DKKC masih mengutamakan dan memberikan kesempatan untuk melestarikan seni dan budaya di Kota Cimahi. Itu memang harapan kita, karena seni budaya tidak boleh hilang dan harus kita lestarikan,” ungkap Wali Kota Cimahi, Ngatiyana saat ditemui di Alam Wisata Cimahi (AWC), Selasa (26/8/25).

Baca Juga:Honorer Cimahi Belum Lolos Seleksi P3K, Pemkot Siapkan Skema Paruh Waktu12 Peserta PPPK Kota Cimahi Tahun 2024 Gagal Lulus, Pemkot Tegaskan Ini Alasan Pembatalannya!

Menurutnya, budaya mencakup banyak aspek mulai dari seni rupa, seni lukis, hingga aksara daerah. Salah satu campur budaya adalah Aksara Sunda.

“Aksara daerah harus kita hidupkan. Mudah-mudahan dalam minggu-minggu ke depan kita akan memulai pembelajaran Aksara Sunda bekerja sama dengan DKKC dan Mang Ujang Laip, tokoh Aksara Sunda di Cimahi,” jelasnya.

Ngatiyana menekankan bahwa pelestarian Aksara Sunda bukan hanya sebatas tradisi, tetapi bagian penting dari identitas bangsa.

“Kita bangga, karena masyarakat harus melestarikan budaya. Budaya adalah identitas bagi bangsa Indonesia,” ujarnya menegaskan.

Selain menghidupkan aksara daerah, workshop ini juga dirancang untuk meningkatkan kapasitas para pelaku seni agar mampu mandiri dan menciptakan nilai ekonomi dari karya yang mereka hasilkan.

Disbudparpora dan DKKC menghadirkan empat narasumber dari kalangan akademisi Bandung dan Cimahi, yang akan membagikan ilmu seputar manajemen seni, strategi pengelolaan karya, hingga penciptaan peluang ekonomi kreatif berbasis budaya.

Kegiatan ini pun diharapkan menjadi ruang kolaborasi, sekaligus wadah penguatan peran seni dalam pembangunan ekonomi daerah.

Baca Juga:Ancaman Aktivitas Sesar Lembang, Cimahi Perkuat Antisipasi BencanaMenuju Indonesia Emas 2045, Gangguan Mata hingga Psikologis Dominasi Keluhan Pelajar Cimahi

“Bagaimana nantinya para pelaku seni bisa mandiri, mengembangkan dirinya, serta meningkatkan taraf ekonomi. Itu salah satu tujuan besar bagi kita semuanya,” tambahnya.

0 Komentar