JABAR EKSPRES – Tingginya potensi gangguan kesehatan di kalangan pelajar menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Cimahi.
Melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG), sebanyak 75.669 siswa mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA ditargetkan menjalani pemeriksaan kesehatan massal.
Program ini digelar untuk mencegah terjadinya krisis kesehatan generasi muda yang dapat menghambat kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Baca Juga:Pemprov Jateng Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Sumur Minyak di Blora Senilai Rp180 JutaLawan PSIM, Persib Masih Tak Diperkuat Adam Przybek!
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana menegaskan pelaksanaan CKG dilakukan setiap hari di sekolah-sekolah.
“Setiap hari kita laksanakan CKG di sekolah dengan targetnya 75 ribu lebih anak sekolah yang diperiksa. Program ini kita lakukan agar anak ini benar-benar sehat untuk mempersiapkan masa depan mereka,” tegasnya pada awak media saat ditemui di SMPN 6 Cimahi, Jum’at (22/8/25).
Hasil awal pemeriksaan menunjukkan sebagian siswa mengalami gangguan penglihatan, yang salah satunya dipicu penggunaan gawai berlebihan.
“Menjadi salah satu gangguan yang ditemukan di antaranya gangguan mata. Salah satu cara mengatasinya, kita ada larangan membawa handphone ke sekolah dan sudah berjalan,” ungkapnya.
Program CKG juga dirangkai dengan pemberian imunisasi HPV kepada siswi kelas IX SMP sebagai langkah pencegahan dini kanker rahim.
“Anak perempuan diberi vaksin HPV untuk menghindari kanker rahim sebagai upaya pencegahan sejak dini,” tambahnya.
Di samping kesehatan fisik, Ngatiyana turut menekankan pentingnya pendidikan karakter agar pelajar tidak mudah terjerumus dalam pergaulan negatif.
Baca Juga:Jelang Penutupan Bursa Transfer, Real Betis Ingin Pertahankan Antony!Franco Mastantuono Bikin Geger, Real Madrid Dituding Akali Aturan La Liga!
“Agar mereka tidak terlibat kelompok atau ajakan yang berbahaya menjerumuskan. Disiplin belajar sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045,” pesannya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Mulyati, menuturkan pemeriksaan dilakukan bersama puskesmas dan menyasar ribuan siswa di setiap sekolah. Di SMPN 6 Cimahi misalnya, sebanyak 1.094 pelajar menjalani pemeriksaan kesehatan.
“Pelaksanaan CKG dilaksanakan Dinkes bersama jajaran Puskesmas. Untuk target di SMPN 6 Cimahi sebanyak 1.094 siswa, total target se-Cimahi 75.669 siswa,” ujarnya.
Dari hasil skrining, ditemukan sejumlah siswa yang harus mendapat rujukan lebih lanjut, mulai dari dugaan diabetes dini hingga gangguan mata serius.
“Ada beberapa yang terdeteksi gangguan penglihatan, nanti akan kita cek kembali di Puskesmas. Juga ada siswa yang sering haus hingga sering kencing dan lainnya, nanti akan kita cek kembali di Puskesmas seperti periksa gula darah dan lainnya untuk penanganan lanjutan,” jelasnya.
