Spoiler kemudian kembali ke pertandingan saat Onazi terpukau dengan gol Bachira. Di tengah-tengah upaya Kuso mencoba membangkitkan semangat Nigeria untuk menyamakan kedudukan, Onazi meminta rekan-rekannya agar mempercayainya.
Ketika laga dilanjutkan, Nigeria memulai serangan dengan Kuso melakukan dribel cepat yang berbuah sukses melewati Bachira. Namun tim Afrika itu mengubah rencanya karena Isagi berniat memastikan bola tak sampai ke Onazi.
Alih-alih mengoper bolanya di akhir, Kuso memberikan umpan kepada Onazi lebih awal. Namun tepat begitu bola diterima, di hadapan sang striker bernomor punggung 9 muncul Aryu Jyubei.
Baca Juga:5 Kiper Terbaik di eFootball 2025 Ini Wajib Digunakan, Jadi Tembok Tebal Pertahanan!Kembaran Yamaha Grand Filano di Indonesia Dapat Upgrade, Tambah Canggih Tapi Harga Murah
Aryu mengeluarkan teknik rahasia baru yang ampuh saat pemain bertahan terlibat duel 1v1. Teknik bernama “Maai” Judo tersebut didapatkannya dari Ego dalam pelatihan khusus 14 hari.
Dari gerakan halus tubuh dan tatapan lawan, Aryu Jyubei bisa merasakan aksi Onazi selanjutnya. Pemain Nigeria tersebut pun terpaksa mengumpan kepada Kuso lantaran Arya menghalangi semua jalurnya.
Tetapi tepat kala sudah menerima operan Onazi, Kuso dapat pressing dari Ikki Niko, dan tidak percaya gagal mendorongnya mundur meski postur pemain Blue Lock itu memang besar.
Momen itu juga mengungkap kunci keberhasilan Niko merebut bola dari Kuso. Ego Jinpachi sempat meminta agar Niko hanya fokus pada transformasi fisik agar setara otak jeniusnya, maka dari itu ia getol berlatih gila-gilaan.
Evolusi seperti itu tidak mencuat pada data sebelumnya, membuat sang pemain berkacamata segera sadar timnya terancam menghadapi serangan balik berbahaya. Dia segera meminta rekan-rekannya untuk memotong jalur menuju gawang.
Di tengah situasi ini, Ikki Niko melihat terbukanya jalur umpan ke Reo Mikage dan mengumpan kepadanya. Jepang membangun serangan melalui gelandang berjuluk Cameleon itu bukan Yoichi Isagi membuat Kuso terkejut.
Begitu menerima bola, Reo memulai serangannya dengan meng-copy Egois “Hati Kreatif” Bachira. Upaya Jepang U20 dengan kolaborasi kedua pemain untuk memulai formasi ganda Bachira setelah Reo menyelesaikan tiruannya pun kembali mengejutkan Kuso.
