Jenis emas yang paling tepat untuk investasi bukanlah perhiasan, melainkan emas batangan atau koin logam mulia bersertifikat dari lembaga resmi seperti PT Antam atau UBS. Keunggulannya adalah kemurnian terjamin, lebih mudah diperjualbelikan, dan diakui secara luas.
Meski emas tidak memberikan dividen atau bunga, perannya sebagai penyeimbang portofolio sangat penting. Saat krisis terjadi, ketika pasar saham jatuh dan mata uang goyah, emas tetap mampu menjaga nilai kekayaan. Untuk penyimpanan, jumlah kecil bisa disimpan di brankas pribadi, sedangkan jumlah besar lebih aman menggunakan safe deposit box atau jasa penyimpanan resmi.
3. Saham di Sektor Konsumsi Primer
Pasar saham memang cenderung rentan ketika krisis, tetapi ada sektor-sektor yang tetap tangguh. Salah satunya adalah sektor konsumsi primer, yaitu perusahaan yang menjual kebutuhan pokok seperti makanan, minuman, obat-obatan, hingga produk kebersihan.
Baca Juga:13 Rahasia Orang Cina Mengelola Uang hingga Jadi KayaReview Kawasaki KLX 110R 2025: Motor Trail Pemula Desain Sporty Cocok untuk Belajar Offroad
Mengapa tahan banting? Karena dalam kondisi apa pun, orang tetap membutuhkan makan, minum, dan menjaga kebersihan. Saham dari sektor ini biasanya memiliki arus kas stabil dan rajin membagikan dividen. Setelah krisis berlalu, saham defensif ini bahkan sering menjadi incaran investor besar.
Namun, pilihlah saham perusahaan dengan rasio keuntungan sehat, margin tinggi, dan catatan pembagian dividen yang konsisten. Hindari perusahaan dengan utang berlebihan atau masalah internal yang dapat melemahkan fundamentalnya.
4. Surat Utang Negara Jangka Menengah
Obligasi pemerintah merupakan salah satu aset yang tergolong aman selama kondisi keuangan negara tetap sehat. Di Indonesia, instrumen ini dikenal sebagai Surat Berharga Negara (SBN), seperti Obligasi Negara Ritel (ORI) atau Sukuk Ritel. Keduanya memberikan bunga tetap secara berkala, sehingga menciptakan aliran pendapatan pasif yang stabil meskipun pasar saham sedang melemah.
Untuk menghadapi potensi krisis 2030, pilihan terbaik adalah SBN dengan tenor 3 hingga 5 tahun. Tenor tersebut relatif fleksibel jika sewaktu-waktu ingin dicairkan sebelum jatuh tempo. Pembelian wajib dilakukan melalui jalur resmi, baik lewat bank maupun platform investasi yang berada di bawah pengawasan OJK. Selain itu, obligasi ini dapat dijadikan jaminan, diperdagangkan kembali, dan memberikan hasil yang pasti. Memang tidak sefleksibel saham dalam memberikan capital gain, namun sangat baik untuk menjaga stabilitas portofolio.
