Puluhan Warga Bogor Jadi Korban Penipuan Investasi Kontrakan, Kerugian Capai Rp 1 Miliar

Puluhan warga Bogor menjadi korban penipuan investasi kontrakan bermodus gadai rumah. Foto Sandika Fadilah
Puluhan warga Bogor menjadi korban penipuan investasi kontrakan bermodus gadai rumah. Foto Sandika Fadilah
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kasus penipuan dengan modus investasi gadai rumah kontrakan kembali memakan banyak korban di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor.

Diperkirakan, kerugian para korban itu mencapai lebih dari Rp 1 miliar.

Kuasa hukum korban dari Kantor Hukum Sembilan Bintang, Taqwa, menegaskan pihaknya sudah melaporkan kasus ini ke Polres Bogor.

“Pelaku menggunakan media sosial sebagai sarana promosi, menawarkan investasi dengan jaminan Sertifikat Hak Milik (SHM). Namun, sejak awal mereka menggunakan identitas palsu,” ujarnya, Sabtu (23/8).

Baca Juga:Diduga Terlibat Penculikan dan Pembunuhan Kacab Bank di Jakarta, 4 Pria Ditangkap!Kasus Balita Meninggal Akibat Cacingan, Menteri PPPA Dorong Aktifkan Kembali Posyandu dan Bidan Desa

Kemudian Randi Hadinata juga menambahkan dan menegaskan, kasus ini bukan sekadar penipuan individu, melainkan dilakukan oleh sindikat yang telah membagi peran untuk mengelabui korban.

Hingga saat ini, sedikitnya 25 orang tercatat menjadi korban dengan kerugian mencapai miliaran rupiah.

Salah seorang korban, Muhamad Tiko Heryanto, warga Kota Bogor, mengaku mengalami kerugian Rp 19 juta.

Ia awalnya percaya karena pelaku menawarkan kontrakan di desa yang sama dengan tempat tinggalnya, namun kemudian diketahui bahwa identitas dan sertifikat yang digunakan tidak sesuai fakta.

“Awalnya saya percaya karena lokasinya masih di desa saya. Tapi setelah tiga bulan, pembayaran hasil investasi selalu ditunda. Saat saya datangi rumahnya, identitas yang mengaku pemilik sertifikat pun tidak sesuai,” ungkapnya.

Kantor Hukum Sembilan Bintang berharap aparat kepolisian segera mengusut kasus ini secara tuntas agar tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban penipuan dengan modus serupa.

0 Komentar