JABAR EKSPRES – Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyampaikan gagasan baru soal Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, yakni jadi pusat industri pertahanan dan kawasan ekonomi khusus.
Hal itu diungkapkan Jumat (22/8), menurutnya, Bandara Kertajati cocok untuk pusat industri pertahanan dan kawasan ekonomi khusus.
“Makanya nanti seperti PTDI, PT Pindad bisa berputar di sana (kawasan BIJB Kertajati. Red),” cetusnya.
Baca Juga:Tak Digubris Dedi Mulyadi, Sopir Bus Pariwisata Jabar Bakal Demo Jilid II Pekan Depan!Bersama Dedi Mulyadi, Bupati Bandung Jadi Pusat Perhatian dalam Kirab Budaya Jawa Barat
Pria yang akrab disapa KDM itu melanjutkan, di kawasan itu cukup tersedia hanggar, termasuk landasan pesawat yang cukup.
“Pesawat mau uji coba tidak perlu cemas. Wilayah cukup terbuka, dan itu kan Bandara Internasional,” cetusnya.
KDM melanjutkan, nantinya seperti Angkatan Udara bisa berpusat di BIJB Kertajati. Berpadu dengan kawasan ekonomi.
“Pesawat tempur juga bisa di sana,” terangnya.
Namun, KDM juga mengatakan bahwa pusat pertahanan itu tidak menghilangkan fungsi komersil.
“Komersil bisa tetap berjalan, konsepnya seperti Bandara Halim,” ucapnya.
KDM menekankan, pihaknya akan bersurat ke Pemerintah Pusat terkait gagasan itu. “Semoga gagasan ini bisa segera terwujud, ” terangnya.
Gagasan itu diharapkan bisa segera terlaksana. “Jadi BIJB yang dibangun era Pak Aher ini bisa terwujud dan multifungsi, termasuk bermanfaat bagi masyarakat sekitar, ” jelasnya.
Kondisi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati kian memprihatinkan. Kini, semua penerbangan domestik di Bandara yang ada di Majalengka itu resmi berhenti beroperasi karena ditinggal maskapai. (son)
