Tanah Amblas di Cisarua Rusak Rumah Warga, 5 Orang Terpaksa Mengungsi

Ilustrasi: tanah amblas gegara dipicu pergerakan tanah. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
Ilustrasi: tanah amblas gegara dipicu pergerakan tanah. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Satu rumah di Kampung Paratag, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) rusak parah seusai dilanda bencana tanah amblas pada Senin (18/8/2025).

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.00 WIB itu membuat bagian kamar mandi rumah ambruk, sebab dinding dan lantai jebol.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, Meidi, mengatakan tanah amblas diduga dipicu oleh rembesan air yang mengendap di bawah lantai rumah. Akibatnya, konstruksi kamar mandi tidak mampu menahan pergeseran tanah dan akhirnya ambruk.

Baca Juga:PP Safinatul Qodiri Turut Hadir Dalam Manaqib Dzikir Akbar di At-Taufiq Ciucing GarutDapat Royalti Rp497 Ribu, Ari Lasso: Lebih Baik Saya Lapar Daripada…

“Diduga karena adanya rembesan air di bawah lantai kamar mandi yang kemudian mengendap, sehingga menyebabkan dinding dan lantai kamar mandi ambruk,” kata Meidi, saat dikonfirmasi, Selasa (19/8/2025).

Menurut Meidi, rumah yang terdampak dihuni oleh dua Kepala Keluarga (KK) dengan total lima jiwa. Untuk menghindari risiko lebih besar, keluarga tersebut sementara waktu diungsikan ke rumah kerabat yang lebih aman.

“Penyintas sementara dihimbau untuk mengungsi ke rumah kerabat. Ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan apabila terjadi pergerakan tanah susulan,” ujarnya.

Kebutuhan paling mendesak bagi keluarga terdampak, kata Meidi, adalah perbaikan hunian, khususnya di bagian kamar mandi yang mengalami kerusakan.

“Untuk saat ini kebutuhan mendesak yang dibutuhkan korban terdampak bencana adalah perbaikan hunian. Kami juga mengimbau masyarakat untuk senantiasa waspada terhadap potensi bencana yang bisa datang kapan saja,” tegasnya.

Wilayah Cisarua dan sekitarnya diketahui memiliki kontur tanah yang cukup labil. Saat musim hujan, kondisi tersebut sering diperparah oleh rembesan air yang masuk ke dalam tanah dan berpotensi menimbulkan pergerakan tanah maupun longsor.

Meidi mengingatkan warga yang tinggal di lereng dan kawasan rawan bencana untuk lebih berhati-hati, terutama dengan memperhatikan kondisi rumah dan lingkungan sekitar.

Baca Juga:Bukan Sebatas Wadah Solidaritas, 234 SC Buktikan Aksi Sosial Nyata Peduli Kemanusiaan Dari Musik Tanaman hingga Fine Dining, Jentik Festival Angkat Gastronomi Nusantara

Jika ditemukan tanda-tanda retakan tanah, rembesan air berlebihan, atau kerusakan pada bangunan, lanjut Meidi, warga diminta segera melapor kepada aparat desa maupun petugas BPBD.

“Sejauh ini, kamu masih melakukan pemantauan terhadap lokasi terdampak dan memastikan keluarga korban mendapatkan tempat tinggal sementara yang layak,” katanya.

0 Komentar