Sementara, bagi para keeper untuk yang menjaga dan memberi makan satwa tetap diperbolehkan.
Peristiwa kemarin yakni penyegelan oleh tim managemen lama Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT) era John Sumampau yang diduga dibackingi oleh salah satu jasa guard di Bandung, menjadikan sejumlah insiden yang berujung pada terhambatnya perawatan satwa.
Para karyawan menyebut kejadian yang mereka nilai mengancam kelangsungan hidup hewan-hewan yang berada di bawah pengelolaan Yayasan Margasatwa Tamansari versi Raden Bisma Bratakusuma, pengurus Yayasan yang sah.
Baca Juga:OJK dan Pemprov Jabar Luncurkan Program Tabungan Kurban ASN "BEREHAN"Dominos Pizza Beli Satu Gratis Satu, Ini 20 Promo 17 Agustus Lainnya
Puncak ketegangan yang terjadi pada 6 Agustus 2025 lalu. Saat itu, pihak yang mengaku memiliki kewenangan menunjukkan dokumen perubahan yayasan, namun bersamaan dengan itu melarang karyawan memasuki area kerja. Pintu gerbang dikunci, karyawan yang sedang piket diminta keluar, bahkan pemasok pakan satwa pun ditahan.
“Kami adalah perawat satwa, tugas kami bagian dari konservasi. Tapi saat itu kami tidak diperbolehkan masuk untuk memberi makan dan merawat satwa,” ujar Yaya dengan nada prihatin.
Kondisi ini menimbulkan ketegangan antara karyawan dengan pihak keamanan yang berada di bawah koordinasi orang-orang YMT era lama.
Yaya menuturkan, situasi semakin genting ketika jam menunjukkan pukul 11.00 siang. Beberapa satwa, termasuk bayi orangutan, belum menerima pakan. Bayi orangutan tersebut, yang biasa minum susu setiap dua jam sekali, terkunci di kandang tanpa akses pakan karena kunci kandang diganti.
“Kami khawatir bayi orangutan itu lemas. Akhirnya kami bongkar paksa kandang. Alhamdulillah, satwa tersebut selamat,” tutur Yaya.
Kejadian ini diperparah oleh hilangnya kunci kandang satwa lain, yang memaksa karyawan membuka secara manual demi memastikan semua hewan mendapat makanan tepat waktu.
Pasca kejadian, muncul pernyataan dari Wali Kota Bandung mengenai pembiayaan perawatan satwa yang disebut berasal dari Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI). Klaim tersebut dibantah keras oleh Yaya.
Baca Juga:5 Aplikasi Pengganti Risetcar, Benarkah Bisa Balikin Modal ?Awas, Ada Penipuan Baru di Aplikasi Risetcar, Modus Buka Layanan Bantu Pencairan
“Sejak awal penutupan hingga hari ini, biaya pakan dan operasional masih sepenuhnya ditanggung yayasan di era Raden Bisma Bratakusuma. Tidak ada bantuan sepeser pun dari PKBSI atau pihak manapun,” tegas Rohman Suryaman, Kurator Bandung Zoo menambahkan.
