Ia mengakui, tantangan terbesar bukan hanya pada fisik, tetapi menyatukan pola pikir para anggota yang datang dari sekolah berbeda.
“Awalnya mereka punya ego masing-masing, pengetahuan yang berbeda-beda. Tantangannya adalah menyatukan mereka menjadi satu tim. Tapi pada akhirnya mereka berhasil, dan itu membuat saya bangga,” kata Rimas.
Rimas juga menilai perayaan HUT RI ke-80 di Cimahi berlangsung megah dan penuh pembaruan. Momentum ini sekaligus menandai urgensi regenerasi Paskibraka sebagai bagian penting dari pendidikan karakter generasi muda.
Baca Juga:Bukan Sebatas Wadah Solidaritas, 234 SC Buktikan Aksi Sosial Nyata Peduli Kemanusiaan Dari Musik Tanaman hingga Fine Dining, Jentik Festival Angkat Gastronomi Nusantara
Dari seleksi hingga bertugas, setiap anggota ditempa untuk disiplin, tangguh, serta mampu menumbuhkan rasa nasionalisme yang kokoh di tengah dinamika zaman.
“Menurut saya, perayaannya tahun ini sangat baik dan megah. Ada banyak hal yang diperbarui, dan itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami semua,” tutupnya.
