Pada hari pertama, festival dibuka melalui pameran Singing Plant di area lobi Hotel Hilton Bandung. Pameran tersebut menampilkan kolaborasi unik antara musisi elektronik asal Bandung, Bottlesmoker dan H20 Farm. Dalam pertunjukan ini, tanaman berinteraksi dengan teknologi untuk menghasilkan suara khas.
Selain itu, sajian teh bunga telang dari Havilla turut dibagikan kepada pengunjung. Adapun tim Joongla yang dikelola Dyna hadir menyajikan beberapa kudapan yang bahannya merupakan gabungan dari beberapa panganan lokal di sejumlah daerah di Indonesia.
Hari kedua menjadi puncak acara dengan menyuguhkan sesi fine dining bertajuk Six-Hands Long Table Dinner. Tiga chef diundang untuk menyajikan hidangan-hidangan unik dari Nusantara dalam format fine dining tujuh menu (seven-course set menu). Masing-masing chef memadukan bahan lokal dengan teknik penyajian modern.
Baca Juga:ITB Sambut 7.671 Mahasiswa Baru pada Sidang Terbuka PMB Semester I TA 2025/2026 di SabugaBULOG Bandung Gandeng Kejaksaan se-Bandung Raya Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak
Selama makan malam berlangsung, Bottlesmoker akan kembali tampil untuk menyuguhkan musik bio-gastro. Yakni suara yang dihasilkan dari bahan-bahan makanan yang digunakan dalam masakan, dan kemudian diaransemen menjadi musik interaktif.
“Ini bakal jadi kali pertama ada fine dining yang menampilkan live music dari bahan-bahan makanan yang disantap oleh tamunya,” ujar salah satu personil Bottlesmoker, Anggung Suherman alias Angkuy.
Jentik Festival juga menghadirkan sesi talkshow dan workshop yang fokus membahas kekayaan gastronomi Sunda pada Jumat (15/8) bersama sejumlah narasumber dengan mengupas sejarah, filosofi, dan potensi kuliner khas Sunda.
Di hari terakhir, Jentik Festival akan diisi dengan workshop eksplorasi teh. Selain itu, ada talkshow yang membahas bagaimana festival dapat menjadi sarana efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu atau nilai tertentu.
Sepanjang 14-17 Agustus, area luar ruangan Hotel Hilton juga akan diramaikan dengan bazar makanan dan fesyen. Bazar ini dikurasi oleh Magister Pariwisata Universitas Pendidikan Indonesia, menampilkan produk kuliner dan busana dari berbagai pelaku usaha lokal.
