Karnaval HUT ke-80 RI di Parongpong Bikin Macet, Ruas Jalan di Lembang Lumpuh!

Karnaval peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke-80 di Jalur Cisarua–Parongpong
Karnaval peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke-80 di Jalur Cisarua–Parongpong, Bandung Barat. Kamis (14/8). Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Arus lalu lintas di Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, mengalami kemacetan parah pada Kamis (14/8/2025).

Hal itu terjadi imbas dari pelaksanaan karnaval peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke-80.

Jalur Cisarua–Parongpong yang menjadi salah satu akses utama menuju kawasan wisata Lembang tersendat sejak pagi hingga siang hari.

Baca Juga:Wali Kota Cimahi: Jam Malam Pelajar untuk Lindungi Generasi Muda dari PremanismeNusantara Regas Dukung Penuh Pengembangan LNG HUB Bandung, Dorong Akses Energi Bersih untuk Sektor HOREKA

Pantauan di lapangan, kemacetan terjadi karena setengah badan jalan utama Parongpong digunakan untuk jalur karnaval. Ribuan warga dari berbagai desa dan RW tumpah ruah di sepanjang rute untuk menyaksikan pawai budaya, atraksi seni, dan kostum kreatif yang menjadi agenda tahunan tersebut.

Sejak pagi warga mulai memadati area sekitar rute karnaval. Berbagai atraksi seperti tarian tradisional, marching band, dan mobil hias menjadi magnet yang menarik perhatian penonton. Namun, antusiasme tinggi itu berdampak langsung pada kelancaran arus kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, yang harus antre panjang untuk melintas.

Bagi pengendara yang tidak mengetahui adanya acara, kondisi ini menjadi kejutan yang kurang menyenangkan. Banyak di antaranya memilih berhenti sejenak untuk menonton pawai, sementara sebagian lainnya mencari jalan alternatif melalui jalur kecil di sekitar permukiman.

Camat Parongpong, Herman Permadi, menjelaskan bahwa pelaksanaan karnaval tahun ini telah dikoordinasikan sejak jauh hari dengan aparat keamanan dan pelaku usaha wisata. Keputusan memajukan jadwal karnaval ke hari kerja diambil untuk menghindari benturan dengan lonjakan wisatawan di akhir pekan.

“Kalau karnaval digelar di akhir pekan, dikhawatirkan mengganggu kegiatan wisata. Jadi kita majukan agar upacara tetap khidmat dan lalu lintas lebih lancar,” kata Herman di sela kegiatan.

Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap karnaval selalu meningkat setiap tahun. Bahkan, momentum 80 tahun kemerdekaan membuat perayaan kali ini terasa lebih meriah.

“Beberapa pengelola wisata justru menyambut baik karena ini bisa jadi daya tarik tambahan,” tambahnya.

Baca Juga:Artotel Group Hadirkan “Waktu Indonesia Semarak”, Rayakan Kemerdekaan dengan Gaya 360°!Warga Lebaksari Ngamprah Protes, Janji Penanganan Banjir Cuma Retorika

Untuk mengantisipasi kemacetan, pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan Polres Cimahi, Polsek Cisarua, dan Dinas Perhubungan. Rekayasa lalu lintas dilakukan dengan menentukan titik pengalihan arus dan menambah 67 personel Satlantas untuk membantu pengaturan.

0 Komentar