“Operasi pasar kita siapkan, 1,3 juta ton (beras SPHP) kita keluarkan, kita guyur ke pasar, sambil menghidupi yang kecil. Ini nanti akan terbentuk struktur pasar baru,” kata Amran.
Sebelumnya, Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkapkan dugaan praktik kecurangan dalam perdagangan beras yang menyebabkan kerugian konsumen hingga Rp99,35 triliun akibat manipulasi kualitas dan harga di tingkat distribusi.
Pada Rabu (30/7), Mentan mengungkapkan sebanyak 212 merek beras premium dan medium yang sempat beredar di pasaran terbukti tidak memenuhi ketentuan yang ditetapkan pemerintah, serta menyebut akan menindak tegas peredaran beras tersebut.
Baca Juga:Ditolak PN Surabaya, Ini Tanggapan atas Putusan Permohonan PKPU Antara Dahlan Iskan Melawan Jawa Pos Larang Warga Ikut Gerakan “Gagal Bayar Pinjol, OJK Ingatkan Risiko Jangka Panjang
“Ini khusus untuk beras premium dan medium yang tidak sesuai standar. Kami tegaskan, ini adalah standar pemerintah,” katanya.
