JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) mulai mempersiapkan tenaga kerja lokal bersertifikat untuk mengurangi ketergantungan pada pekerja konstruksi dari luar daerah.
Langkah ini dilakukan melalui ‘Pelatihan Jasa Konstruksi’ yang diikuti 50 peserta terpilih, sebagai bagian dari program prioritas menyiapkan 10 ribu sumber daya manusia (SDM) siap kerja.
Pelatihan tersebut dilaksanakan di bawah koordinasi Disnaker, bekerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cimahi.
Baca Juga:Banyak Kawasan Industri, Pengusaha Australia Didorong Investasi di Jawa Tengah Newcastle Resmi Gaet Malick Thiaw dari AC Milan, Kontrak Empat Tahun
Kepala Disnaker Kota Cimahi, Asep Jayadi menjelaskan, pelatihan ini dirancang untuk memberikan keterampilan teknis di bidang jasa konstruksi, dengan dua fokus utama yaitu teknik pengecatan dan teknik plester serta pemasangan bata.
“Peserta adalah 50 orang warga Cimahi yang terpilih dari 127 pendaftar, melalui proses seleksi yang memastikan pemerataan kesempatan,” ujarnya saat ditemui Jabar Ekspres di Neglasari, Kelurahan Cibabat, Rabu (13/8).
Asep menuturkan, untuk narasumber kali ini berasal dari kalangan profesional, antara lain Agus Subekti, konsultan konstruksi sekaligus asesor BNSP, serta LPK Budi yang menangani pelatihan praktik.
Menurut, Asep kegiatan ini merupakan strategi nyata Pemkot Cimahi untuk mengurangi ketergantungan terhadap tenaga kerja luar daerah dan menekan angka pengangguran terbuka.
“Ini adalah komitmen Pemkot Cimahi dalam rangka menyiapkan 10 ribu SDM siap kerja. Dengan sertifikat profesi yang berlaku nasional, peserta akan memiliki daya saing di pasar kerja,” ujarnya.
Pelatihan yang berlangsung selama tujuh hari, termasuk uji kompetensi yang dilaksanakan di Cimahi. Peserta yang lulus akan memperoleh sertifikat profesi dari BNSP.
Lebih lanjut, Asep menjelaskan, para peserta menjalani pembekalan teori selama dua hari, kemudian praktik langsung di lapangan. Uji kompetensi dilakukan melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).
Baca Juga:Perpisahan Haru Gianluigi Donnarumma dari PSGSelangkah Lagi Gabung Everton, Jack Grealish Siap Reinkarnasi di Goodison Park
“Seleksi peserta mempertimbangkan usia produktif (18–45 tahun) dan memprioritaskan mereka yang belum pernah mengikuti pelatihan serupa, guna pemerataan kesempatan,” katanya.
Kerja sama dengan Dinas PUPR, kata Asep, memungkinkan lulusan pelatihan untuk langsung terlibat dalam proyek pemerintah, baik melalui penyaluran langsung maupun kerja sama dengan CV pelaksana tender.
