Sayangnya, dibandingkan dengan standar tinggi itu, “Merah Putih: One for All” dianggap masih jauh ketinggalan. Perbandingan ini bikin kekecewaan warganet makin besar.
5. Eksekusi Tema Nasionalisme yang Belum Maksimal
Warganet berharap film ini bisa jadi tontonan anak-anak yang bener-bener bikin bangga sama Indonesia. Tapi mereka menilai, semangat nasionalisme yang disampaikan masih terasa setengah hati.
Elemen cerita dan visualnya belum cukup mewakili kekuatan simbol bendera merah putih atau perjuangan yang ingin ditonjolkan.
Baca Juga:6 Iblis Bulan Paling Kuat di Demon Slayer, Nomor 1 Nyaris Tak TerkalahkanHarga Emas Antam Terus Turun, Kini Tembus Rp1,917 Juta per Gram
6. Kurangnya Kesesuaian dengan Selera Penonton Modern
Industri animasi sekarang udah berkembang pesat, dan selera penonton apalagi anak-anak juga makin tinggi.
Film animasi bukan cuma harus punya pesan bagus, tapi juga tampil dengan visual yang modern, alur cerita yang dinamis, dan karakter yang gampang disukai.
Sayangnya, banyak yang merasa “Merah Putih: One for All” masih belum nyambung sama tren dan ekspektasi penonton zaman sekarang.
