JABAR EKSPRES – Kami akan membahas mengenai aplikasi VDM yang diklaim sebagai penghasil uang. Untuk pengguna baru, aplikasi ini langsung memberikan saldo sebesar Rp12.000. Namun, saldo tersebut belum dapat ditarik karena hanya berfungsi sebagai pancingan agar pengguna melakukan deposit.
Modus yang digunakan aplikasi ini adalah sistem investasi. Terdapat pilihan modal terkecil sebesar Rp80.000 dengan masa berlaku satu tahun. Penghasilan harian yang dijanjikan adalah Rp3.200, dan setelah satu tahun, jumlah tersebut diklaim akan menjadi Rp1.168.000.
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa umur aplikasi seperti ini biasanya tidak sampai satu tahun, kemungkinan hanya bertahan beberapa bulan saja. Perhitungannya pun sangat tidak masuk akal.
Baca Juga:Pesan di Balik Bendera One Piece di Indonesia Jelang Perayaan HUT RI ke-80Bocoran Lengkap Infinix Hot 60 Pro Plus, Usung Desain Super Tipis dan Layar AMOLED 144 Hz
Bahkan, tersedia pilihan modal hingga Rp200 juta dengan janji penghasilan harian Rp40 juta dan total pendapatan Rp14 miliar per tahun. Janji tersebut jelas tidak realistis. Besar kemungkinan jika seseorang melakukan deposit sebesar Rp200 juta, akunnya akan dibekukan dan dananya hilang.
Kami menyarankan agar segera menghentikan penggunaan aplikasi ini sebelum kerugian terjadi. Biasanya, bagi pengguna yang melakukan deposit dalam jumlah kecil, pihak aplikasi akan membayar untuk memancing mereka melakukan deposit yang lebih besar. Sumber pembayaran aplikasi ini berasal dari deposit seluruh anggota. Artinya, perputaran uang hanya berasal dari anggota ke anggota, yang dikenal sebagai skema ponzi.
Skema seperti ini hanya menguntungkan pihak yang bergabung lebih awal. Sistem yang digunakan adalah sistem rasio. Jangan heran jika banyak orang mengajak Anda bergabung, karena mereka akan mendapatkan komisi dari setiap orang yang direkrut.
Jika kita perhatikan cara pengisian saldo di aplikasi ini, pembayaran dapat dilakukan melalui transfer ke QRIS atau rekening bank. Setelah ditelusuri, nama penerima bukan atas nama “VDM”, melainkan atas nama pribadi.
Hal ini saja sudah menunjukkan indikasi penipuan atau investasi bodong. Anda dapat memeriksa sendiri, biasanya barcode tersebut terdaftar atas nama usaha digital dari Gojek dengan lokasi di Jakarta Barat. Besar kemungkinan terdapat pihak dari Indonesia yang berada di balik penipuan ini. Harap berhati-hati bagi Anda yang sudah terlanjur bergabung.
