Revitalisasi Jembatan Cibalok Dimulai, Lalu Lintas di Tajur Diberlakukan Satu Jalur Buka-Tutup

Revitalisasi Jembatan Cibalok, Lalu Lintas di Depan Ramayana Tajur Berlaku Satu Jalur
Jalan Raya Tajur, Bogor Timur, Kota Bogor yang mulai diberlakukan sistem satu jalur sejak Kamis malam (7/8/2025). Foto: Sekar Andini
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Arus lalu lintas di kawasan Tajur, tepatnya di depan Ramayana, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, mulai diberlakukan sistem satu jalur sejak Kamis (7/8/2025) malam.

Kebijakan ini diterapkan seiring dimulainya proses revitalisasi Jembatan Cibalok yang berada di kawasan tersebut.

Kepala Seksi Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Coki Irsanza, menjelaskan, penerapan sistem satu jalur ini menggunakan pola buka-tutup yang disesuaikan dengan kondisi kepadatan kendaraan di lapangan.

Baca Juga:Persib Siap Tempur di Super League dan ACL 2, Bojan Hodak Targetkan Start SempurnaChelsea Serius Incar Garnacho, MU Siap Lepas di Harga Diskon

Hingga kini, belum ditentukan jadwal pasti pembukaan dan penutupan jalur, namun sistem tersebut dipastikan berlaku selama proses pembangunan yang diperkirakan berlangsung sekitar tiga bulan.

“Penerapan sistem satu jalur dengan buka-tutup jalan di sekitar Ramayana Tajur ini menyesuaikan volume kendaraan, jadi memang belum ada waktu pastinya. Namun, kebijakan ini dipastikan berjalan terutama untuk kendaraan bermobil karena untuk keselamatan pengendara,” ujar Coki saat dihubungi, Jumat (8/8/2025).

Sebelumnya, Dishub Kota Bogor bersama jajaran kepolisian telah melakukan simulasi penerapan sistem satu jalur untuk memastikan kesiapan dan keselamatan pengguna jalan. Langkah ini diambil karena pekerjaan penggantian jembatan, termasuk pembetonan dan proses konstruksi lainnya, berpotensi membahayakan pengendara jika jalur tidak dibatasi.

Coki menambahkan, pihaknya berharap revitalisasi Jembatan Cibalok dapat rampung lebih cepat dari estimasi tiga bulan.

Sebab, Jalan Raya Tajur merupakan salah satu jalur utama, terutama bagi wisatawan yang menuju kawasan Puncak, sekaligus akses penting bagi warga sekitar.

“Jalan Tajur ini menjadi salah satu jalur utama, khususnya menuju kawasan Puncak, dan juga akses penting bagi masyarakat setempat. Karena itu, kami berharap pembangunan bisa selesai secepat mungkin, bahkan kalau memungkinkan sebelum tiga bulan,” pungkasnya. (mg1)

0 Komentar