Penataan Bundaran Jati Tersendat, Kabel Liar dan Koordinasi Lemah Jadi Penghambat

Proyek Penataan Bundaran Jati Tersendat Kabel-Kabel Liar dan Koordinasi Lambat
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitya Yudhistira saat Meninjau Kabel Fiber di Bundaran Jati, Pemkot Ccimahi (mong)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pekerjaan infrastruktur Bundaran Jati yang dirancang untuk menjadi simpul lalu lintas baru di Kota Cimahi, tengah menghadapi hambatan krusial.

Persoalan pelik muncul dari tumpang tindih kepentingan utilitas bawah tanah, terutama jaringan kabel fiber optik yang belum seluruhnya tertangani.

Menurut Jabatan Fungsional Teknik Jalan dan Jembatan Ahli Muda Bina Marga, Made Wardana, proses pemindahan kabel-kabel jaringan komunikasi menjadi titik paling kritis dalam proyek tersebut.

Baca Juga:Persib Siap Tempur di Super League dan ACL 2, Bojan Hodak Targetkan Start SempurnaChelsea Serius Incar Garnacho, MU Siap Lepas di Harga Diskon

“Kendala pembangunan bundaran Jati itu di utilitas jaringan telekomunikasi. Kabel-kabel itu yang paling lama. Kita koordinasi dengan Apjatel, PLN sudah, tinggal pelaksananya,” ujar Made saat ditemui Jabar Ekspres, Jumat (8/8).

Ia menjelaskan, infrastruktur ducting untuk menampung kabel-kabel tersebut sebenarnya telah disiapkan. Namun, proses eksekusi di lapangan masih terhambat karena sebagian besar vendor belum melakukan penurunan kabel.

“Kita sudah menyiapkan ducting, sudah turun infrastrukturnya, tinggal penurunannya yang agak lama,” tambahnya.

Masalah kian kompleks karena banyak kabel yang tidak terdaftar secara resmi dan dioperasikan oleh vendor yang tidak memiliki izin.

“Sebagian memang sudah turun, tinggal sisa-sisanya, dan itu ada yang vendornya tidak izin resmi, banyak yang liar,” ungkap Made.

Koordinasi pun menjadi pelik karena pemutusan kabel tidak bisa dilakukan sembarangan.

“Koordinasinya harus nyambung dulu sebelum diputus di atas. Ga mungkin vendor-vendor itu langsung putus. Jadi harus diatur secara teknis,” terangnya.

Baca Juga:Jay Idzes Sepakat Gabung Torino hingga 2029, Selangkah Lagi Cetak Sejarah di Serie AKebencanaan untuk Semua, Jateng Latih Penyandang Difabel Hadapi Situasi Darurat

Made menambahkan, pihaknya sudah mengirim dua kali surat resmi kepada pemilik utilitas untuk segera melakukan penurunan kabel.

Jika hingga tenggat waktu yang ditetapkan tidak ada tindak lanjut, pihaknya akan mengambil tindakan tegas.

“Seandainya tidak diturunkan sampai tanggal 10, kita akan putus. Akan dibongkar karena secara aturan, jika Bina Marga memerlukan lahan untuk kepentingan jalan, pemilik utilitas wajib memindahkan sendiri,” tegasnya.

Sementara untuk jaringan milik PLN, prosesnya memerlukan waktu lebih lama karena menyangkut tegangan tinggi dan keselamatan.

“Kalau dengan PLN, karena tegangan, jadi agak sulit juga. Tapi minggu depan katanya akan mulai dipindahkan,” katanya.

Proyek ini tidak hanya sekadar pelebaran jalan, tetapi juga melibatkan penataan ulang kabel-kabel yang selama ini menggantung di udara.

0 Komentar