Ketika Anak Muda Menyuarakan Pendidikan dan Prestasi sebagai Jalan untuk Meraih Mimpi Besar

Ketika Anak Muda Menyuarakan Pendidikan dan Prestasi sebagai Jalan untuk Meraih Mimpi Besar
Nasywa Nayla saat menyampaikan pesan perpisahan sebagai ketua pelaksana di SMAN 5 Cimahi. (Mong/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Tema ‘Kejar Mimpi’ yang diangkat dalam siaran langsung Instagram bertajuk ‘Berani Tampil dan Siap Hadapi Kegagalan untuk Raih Mimpi’ menjadi ruang inspirasi bagi anak muda berprestasi, khususnya di Jawa Barat.

Salah satu pembicara dalam diskusi ini adalah Nasywa Nayla Fitriani, yang merupakan juara Duta Genre Indonesia Putri 2024, yang dikenal aktif menyuarakan isu pendidikan dan kepemudaan.

Dalam wawancara dengan Jabar Ekspres, Nasywa yang akrab disapa Wawa menegaskan bahwa penghargaan bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan awal dari perjalanan kontribusi yang berkelanjutan.

Baca Juga:Grand Final Puteri Anak dan Remaja Jabar 2025: Mengukir Prestasi Generasi MudaKisah Inspiratif, Relawan Muda asal Cimahi yang Tak Kenal Lelah Membina Anak Binaan Yatim Dhuafa

“Artinya, setelah penghargaan diberikan, perlu ada tindak lanjut yang jelas seperti program mentoring jangka panjang, pelatihan kepemimpinan lanjutan, dan kesempatan magang di lembaga-lembaga strategis,” kata Wawa yang merupakan alumni SMAN 5 Cimahi, Jumat (8/8/2025).

Wawa menekankan, prestasi sejati tidak hanya diukur dari selempang atau panggung seremoni, melainkan dari dampak nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, di era digital yang mengejar popularitas instan, ia justru memilih untuk mengejar kontribusi yang berdampak.

“Saya percaya bahwa prestasi sejati hadir saat kita memilih menjadi solusi, bukan hanya sorotan,” ujar mahasiswa Psikologi Universitas Islam Bandung (Unisba) ini.

Menurutnya, kualitas pendidikan di Kota Cimahi saat ini menunjukkan perkembangan signifikan. Sekolah mulai adaptif terhadap teknologi, guru semakin inovatif dalam mengajar, dan kolaborasi antara pemangku kepentingan pendidikan makin terasa.

“Dari segi tenaga pendidik, saya sangat mengapresiasi semangat guru-guru di Cimahi yang tidak hanya mengajar, tapi juga mendampingi dan menginspirasi. Namun, tantangan tetap ada terutama dalam hal pemerataan fasilitas dan pelatihan, khususnya di wilayah pinggiran,” kata gadis berusia 18 tahun itu.

Wawa percaya bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk mendorong pemerataan pendidikan. Ia juga mendorong agar akses beasiswa diperluas berdasarkan kontribusi, bukan semata-mata nilai akademik.

Baca Juga:Pemkab Bogor Bangun Creative Hub, Dorong Kreativitas Anak MudaMengatur Keuangan dan Menjaga Kesehatan jadi Tantangan Anak Muda

“Saya harap pemerintah juga bisa membuka ruang kolaborasi antarpelajar dan memperluas akses beasiswa berbasis kontribusi, bukan hanya nilai akademik. Dengan begitu, prestasi tak akan menjadi pencapaian satu waktu, tapi proses panjang yang terus berdampak,” ungkapnya.

“Intinya, jangan berhenti di panggung penghargaan. Beri kami panggung berikutnya untuk berkarya, berbagi, dan membawa manfaat yang lebih luas,” sambungnya.

0 Komentar