Tradisi ini telah berlangsung sejak tahun 1924 dan kini menjadi salah satu acara besar yang menyedot perhatian masyarakat.
Peserta lomba datang dari berbagai daerah, bahkan dari luar Kalimantan Selatan. Selain menjadi tontonan seru, lomba ini juga menjadi sarana untuk mencari bibit atlet dayung berbakat yang bisa mewakili Indonesia di ajang nasional maupun internasional. Dentuman genderang dan sorakan penonton membuat suasana semakin semarak.
4. Sepak Bola Durian – Kebumen, Jawa Tengah
Jika biasanya sepak bola menggunakan bola kulit atau plastik, di Kebumen ada lomba ekstrem yang menggunakan buah durian berduri tajam sebagai bola.
Baca Juga:KUR Mandiri 2025: Cicilan Mulai Rp200 Ribu, Tanpa Agunan!KUR BRI Agustus 2025: Cicilan Ringan Mulai Rp 100 Ribu per Bulan untuk UMKM
Lomba ini dikenal dengan nama Sepak Bola Durian dan biasanya diikuti oleh komunitas khusus seperti anggota Densus 99 atau kelompok spiritual.
Sebelum pertandingan dimulai, selalu dilakukan doa bersama untuk keselamatan peserta. Meski terlihat berbahaya, lomba ini dilakukan dengan teknik khusus agar tidak melukai pemain.
Sepak Bola Durian menjadi simbol keberanian dan kekompakan, sekaligus menunjukkan keunikan budaya lokal yang jarang ditemukan di tempat lain.
5. Lomba Perahu Sandeq – Sulawesi Barat
Di Sulawesi Barat, khususnya di wilayah Mandar, ada lomba balap perahu tradisional bernama Perahu Sandeq.
Sandeq adalah perahu layar tradisional yang ramping, cepat, dan lincah di laut. Perlombaan ini biasanya diadakan pada bulan Agustus untuk memeriahkan HUT RI.
Lomba Perahu Sandeq bukan hanya sekadar adu cepat di lautan, tetapi juga menjadi ajang mempertahankan keterampilan pelaut Mandar dalam mengarungi ombak.
Tradisi ini juga menjadi daya tarik wisata bahari dan bagian dari identitas budaya masyarakat setempat.
Baca Juga:Harga Emas Antam Naik Tajam, Tembus Rp1,959 Juta per Gram Hari Ini9 Deretan Film Terbaru Netflix Bulan Agustus 2025, Seru Semua!
6. Lomba Perang Air – Maluku
Di beberapa daerah di Maluku, perayaan kemerdekaan dimeriahkan dengan lomba perang air.
Warga, terutama anak-anak dan remaja, akan saling menyiram air menggunakan ember, botol, atau plastik.
Meskipun terdengar sederhana, perang air ini membawa kegembiraan luar biasa dan menjadi ajang keakraban antarwarga.
Selain itu, permainan ini juga mencerminkan budaya maritim Maluku yang akrab dengan laut dan air.
7. Lomba Egrang – Berbagai Daerah
Egrang adalah permainan tradisional menggunakan sepasang tongkat bambu untuk berjalan.
