Larangan membawa HP dan motor ini merupakan bagian dari pendekatan baru Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih disiplin. Sebelumnya, Pemprov Jabar juga sempat mewacanakan penerapan wajib militer bagi siswa yang melakukan pelanggaran berat di sekolah.
“Kami berharap seluruh pihak pendidikan, termasuk guru, orang tua, dan masyarakat, bisa mendukung kebijakan ini demi terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi siswa,” tandasnya. (Wit)
