Luncurkan RS Maranatha, Menkes Minta Efisiensi dan Aksi

RS Unggul Karsa Medika Resmi Bertransformasi Menjadi RS Maranatha
Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin saat menghadiri peresmian transformasi RS Unggul Karsa Medika menjadi RS Maranatha, di Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Kamis (7/8/2025). Foto Agi
0 Komentar

“Kalau bisa, rumah sakit ini jadi tempat untuk mendidik lebih banyak dokter dan spesialis. Target kita 30.000 hingga 50.000 lulusan dokter per tahun,” ucapnya.

Menkes juga mendorong agar ekspansi rumah sakit tidak hanya terjadi di kota besar, tetapi menjangkau wilayah-wilayah tertinggal seperti Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Jangan hanya buka di kota-kota besar. Coba juga buka di daerah seperti kampung halaman Pak Orias di NTT yang masih sangat kekurangan fasilitas kesehatan,” katanya.

Baca Juga:Beckham Putra Yakin Persib Tampil Tangguh di Super League 2025/2026, Akui Sudah Siap Tempur!55 Jurnalis Jadi Korban Kekerasan, Komnas HAM Desak Aksi Nasional Perlindungan Pers

Sebagai penutup, Menkes mengingatkan agar RS Maranatha tetap memegang teguh prinsip pelayanan berbasis nilai, efisiensi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Ia menyatakan kesiapan Kemenkes untuk saling bertukar pengalaman dalam pengelolaan rumah sakit yang efisien.

“Kalau mau tukar-tukaran tips manajemen rumah sakit, saya siap. Kita belajar sama-sama,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Utama RS Maranatha, Dr. Ferdinan Sutejo dalam sambutannya menyampaikan bahwa peresmian dua gedung baru merepresentasikan komitmen rumah sakit dalam mewujudkan sistem pelayanan yang future-proof, berbasis digital, serta mengedepankan budaya kerja humanis.

“Budaya kerja yang kami tekankan adalah Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun. Semua layanan sudah terintegrasi dengan sistem rekam medis elektronik dan telemedicine,” ujarnya

Di sisi lain, Ketua Umum YPTKM (Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Maranatha), Orias Petrus Moedak, menambahkan bahwa pengembangan RS Maranatha adalah wujud sinergi dua pilar utama yayasan, yaitu pendidikan dan kesehatan.

“Ini menjadi bagian penting dalam menjawab tantangan pelayanan kesehatan nasional melalui kolaborasi antara institusi pendidikan, pemerintah, dan BPJS Kesehatan,” ujar Orias.

Baca Juga:Peran Strategis Babinsa dan PPL Percepat Serapan Gabah Petani di CirebonPulang Sebagai Lawan, De Gea Siap Tampil di Old Trafford Bersama Fiorentina

Gedung F dan G yang diresmikan tersebut menambah luas layanan RS Maranatha sebesar 7.480 meter persegi, mencakup ICU, ruang hemodialisa, 49 kamar VIP, rawat inap kelas 1, ruang isolasi, serta 13 poliklinik spesialis.

Transformasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem layanan kesehatan berbasis pendidikan yang inklusif.

Rumah Sakit Maranatha kini menjadi Rumah Sakit Pendidikan Satelit Universitas Kristen Maranatha, berorientasi pada mutu layanan dan penguatan teknologi digital.

0 Komentar