Sebelumnya, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengatakan Perum Bulog harus hadir di daerah terpencil yang sulit dijangkau swasta agar harga gabah petani tetap layak dan tidak jatuh di bawah ketetapan pemerintah.
Menurut Wamentan, pemerintah menyadari masih ada beberapa titik panen yang jauh dari akses untuk penyerapan, di mana hal itu bisa membuat harga gabah bisa jatuh karena tidak ada pembeli dari pasar bebas atau swasta.
“Di mana swasta tidak bisa ambil, pedagang tidak bisa ambil, maka Bulog, kita ingin hadir untuk mengambil,” kata Wamentan.
Baca Juga:Dorong Akses Pendidikan yang Merata, Menkeu Salurkan Rp327 Miliar untuk Sekolah Rakyat pada Semester I 1.000 Angkot Telah Dipasang Stiker Larangan Mengamen, Dishub Kota Bogor Targetkan Tuntas di 2025
Ia menyatakan jika harga gabah di satu wilayah jatuh di bawah Rp6.500 per kilogram (kg) maka Bulog harus terjun langsung menyerap dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp6.500 per kg agar tidak terjadi ketimpangan kesejahteraan petani.
