JABAR EKSPRES – Euforia HUT ke-80 RI tidak begitu terasa di sentra konveksi, Jalan Suci pada tahun ini. Berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya, permintaan produksi bendera merah putih dan aksesoris perayaan hari Agustusan tahun ini nyaris nihil.
Seorang pengusaha konveksi, Redi (54) menyebut, pada tahun lalu, permintaan untuk produksi pernak-pernik, kaos, topi hingga bendera merah putih masih tinggi. Bahkan sudah terjadi sejak bulan Juli.
“Namun tahun ini, iya, terasa sekali. Nol sekali. Tidak ada permintaan buat memproduksi. Termasuk pemesanan bendera-bendera,” ujar Redi kepada Jabar Ekspres ditemui di ruang kerjanya, Rabu (6/7).
Baca Juga:Motor Curian Kembali ke Pemilik, Polisi Tetap Gunakan untuk Proses HukumPGN Gagas Gunakan Strategi Jitu untuk Perkuat Layanan Gas Bumi di Bandung
Dirinya mengatakan, hal tersebut diperparah dengan masifnya jual beli melalui toko-toko online. Saat disinggung menyoal adaptasi, Redi mengaku masih kesulitan. Terlebih mesti kembali bersaing dengan toko online yang sudah mapan.
“Jadi begini saja, kang. Masih mengandalkan pesanan selain bendera saja. Tahun ini belum ada sama sekali permintaan produksi bendera atau aksesoris agustusan,” aku Redi.
“Tahun ini enggak ada sama sekali. Parah. Lebih parah ketimbang tahun kemarin. Tahun kemarin ada permintaan buat panitia agustusan dan sebagainya, tahun ini enggak ada. Biasanya puncaknya tuh tanggal sekarang udah produksi,” tandasnya.
Pengusaha lainnya, ucap Redi, merasakan hal yang sama. Termasuk Rossi (55), pengusaha konveksi yang berlokasi tidak jauh dari toko milik Redi, menyebutkan bahkan merosotnya permintaan bendera sudah dirasakan beberapa tahun ke belakang.
“Sudah tidak ada. Paling permintaan produksi kaos merah putih, seragam juga masih ada. Walaupun satu atau dua konsumen, tetap ada. Kalau khusus bendera merah putih belum sama sekali,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, permintaan bendera merah putih biasanya muncul pada awal Agustus. Namun pada tahun ini makin lesu. Adapun terakhir produksi bendera, permintaan yang datang justru bendera negara lain.
“Sekarang kasihan juga sama penjual bendera di pinggir jalan. Dari tahun kemarin, saya lihat masih juga tersisa banyak. Persis kayak kita, permintaan bendera sekarang sudah jarang,” ujarnya.
Baca Juga:Wabup Ali Syakieb dan Anggota DPR RI Ahmad Najib Hadiri Expo Gebyar Wisata Budaya Andes 2025 di CilameLukisan dari Anak Disabilitas Ini Bikin Bupati Bogor Terharu: Mereka Punya Potensi!
“Tahun ke tahun memang sudah berkurang. Apalagi di kota, kayanya udah jarang menurun (euforia) untuk membeli bendera. Terlebih mereka mungkin bisa memakai bendera yang tahun sebelumnya,” pungkasnya.
