Media Asing Ikut Soroti Polemik Pengibaran Bendera One Piece di RI

Media Luar Ikut Soroti Polemik Pengibaran Bendera One Piece di RI
Media Luar Ikut Soroti Polemik Pengibaran Bendera One Piece di RI
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Menjelang Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, pengibaran bendera One Piece oleh sejumlah warga di berbagai penjuru negeri menjadi polemik.

Simbol yang dikenal sebagai Jolly Roger milik kelompok Straw Hat Pirates itu mendadak viral, bahkan hingga menarik perhatian media internasional.

Bendera dengan lambang tengkorak bertopi jerami ini dikibarkan di rumah-rumah warga, kendaraan pribadi, bahkan di ruang publik.

Baca Juga:Terbukti Membayar! Cuma Daftar Bisa Dapat Saldo DANA Gratis Rp 100 Ribu dari Game IniHonda Scoopy Bogor OCTOPUS Rayakan 15th Anniversary

Bukan tanpa makna, aksi ini disebut sebagai bentuk simbolik perlawanan terhadap sistem sosial dan politik yang dianggap menindas.

Pemerintah Anggap Pengibaran Bendera One Piece Pelanggaran

Pemerintah Indonesia merespons tren tersebut, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dan Menko Polhukam Budi Gunawan menyatakan bahwa aksi ini berpotensi melanggar hukum, terutama bila dilakukan pada 17 Agustus, yang bertepatan dengan Hari Kemerdekaan.

Budi menegaskan bahwa penggunaan simbol non negara untuk menggantikan bendera Merah Putih bisa dikenakan sanksi pidana sesuai Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara.

Media Asing Ikut Soroti Pengibaran Bendera Bajak Laut di RI

Fenomena ini rupanya tak hanya mencuri perhatian dalam negeri, media asing dari berbagai negara ikut menyoroti aksi pengibaran bendera Luffy tersebut, memandangnya sebagai ekspresi sosial yang sekaligus unik dan penuh makna.

The Straits Times (Singapura) menulis bahwa bendera Straw Hat Pirates kini menjadi simbol frustrasi masyarakat Indonesia terhadap ketimpangan sosial dan politik, sosok Luffy bahkan disebut sebagai lambang anti-otoritarianisme.

Sementara, South China Morning Post (Hong Kong) menyebut aksi tersebut sebagai protes kreatif terhadap ketidakadilan.

Mereka menyoroti bagaimana sebagian masyarakat menilai bendera Merah Putih terlalu sakral untuk dikibarkan di tengah krisis kepercayaan terhadap negara.

Baca Juga:Resmi Rilis Segini Harga Vivo Y400 di IndonesiaPencairan BSU Rp600 Ribu Diperpanjang Sampai 6 Agustus, Segera Ambil Sebelum Hangus

Sportskeeda (India) menyoroti dampak budaya pop dan menyebut bahwa “Luffy menginspirasi dunia nyata”, dan menjadikan bendera One Piece sebagai simbol perlawanan modern yang menyentuh generasi muda.

Di platform seperti X, TikTok, tagar-tagar seperti #LuffyForFreedom hingga #BenderaOnePiece ramai diperbincangkan.

Banyak penggemar menyamakan kejadian ini dengan momen dalam serial One Piece, khususnya ketika kelompok Luffy menantang otoritas dunia seperti di arc Impel Down dan Marineford.

0 Komentar