Kegagalan eksekusi menjadi sorotan utama. “Konsep Angkot Pintar Bandung bagus, tapi eksekusi sering ambyar. Gambar bagus, lapangan beda,” kritik Yoel.
Ia menegaskan, Komisi III akan mengawal Dishub agar BRT dan Angkot Pintar Bandung tak jadi proyek asal jadi. “Jangan sampai salah dulu, baru rapat. Lucu!” sindirnya.
Meski skeptis, Yoel optimistis jika eksekusi dikawal ketat, Bandung bisa jadi kota inklusif. Kritik ini menampar Pemkot Bandung, transportasi publik bukan cuma soal fisik, tapi akses untuk semua, termasuk disabilitas.
Baca Juga:Kebijakan Ugal-ugalan KDM: Ramai-Ramai Tantang Rombel 50 SiswaFarhan Bersinar, KDM Tersudut di Polemik Studi Tur
Dengan anggaran 2026 dalam pembahasan, harapan pada Angkot Pintar Bandung dan BRT kini bergantung pada komitmen dan eksekusi yang terhindar dari zonk. (tur)
