JABAR EKSPRES – Mitra Dago Parahyangan, sebuah perumahan menengah atas di kawasan Antapani Wetan, Kota Bandung, menjadi contoh nyata kepedulian warga terhadap lingkungan.
Berbeda dari komplek-komplek lain, para penghuni Mitra Dago Parahyangan kompak dalam memilah dan mengolah sampah rumah tangga mereka.
Terletak tidak jauh dari Terminal Antapani, kawasan ini terlihat bersih dan teratur. Hampir tidak ada tumpukan sampah di depan rumah, mencerminkan budaya warga yang peduli akan kebersihan lingkungan.
Baca Juga:Lewat Kitab Ihya, PCNU Bogor Ajak Umat Bangkit dengan Etos Kerja dan KemandirianWarga Ciomas Semangat Hiasi Jalan Kampung, Dukung Lomba Kebersihan Keindahan dan Ketertiban
Setidaknya ada 183 rumah terisi di komplek perumahan itu. Warganya bergabung dalam gerakan Mitra Dago Peduli Nyaah Ka Bumi. Sebagai gerakan peduli sampah di komplek tersebut.
Ketua Kelompok Swadaya, Fenti Atmawinata menceritkan, butuh proses panjang dalam membangun kekompakan dan kepedulian warga perumahan itu. Tapi dengan ketekunan dan hasil yang nyata, proses itu kini berbuah manis.
Fenti menceritakan, aksi Mitra Dago Peduli itu secara resmi diluncurkan pada Maret 2023 lalu. “Ini aksi komunalnya, kalau sebelumnya masih pribadi atau beberapa warga mandiri,” katanya kepada Jabar Ekspres, Sabtu (2/8).
Sebelum 2023, upaya membangun aksi peduli memilah sampah itu sudah dilakukan. Tapi memang belum sepenuhnya mendapat respon positif. Ada warga yang enggan ataupun belum mendapat dukungan dari pengurus RW setempat.
Lalu di 2023, kata Fentk ada momen pergantian pengurus RW. Gagasan aksi itu kembali disuarakan dan mendapat respon positif. “Ada kalau sampai 3 kali itu kami usulkan, tapi tidak sukses,” bebernya.
Menurut Fenti, kala itu juga ada momen pendukung. Sehingga gagasan untuk aksi peduli terkait masalah sampah ini menjadi atensi di perumahan. Saat itu ada kondisi darurat sampah di Kota Bandung. Sampah jadi isu dan masalah yang cukup menyita perhatian.
Perlahan tapi pasti, warga tersadarkan. Satu persatu warga ikut gerakan peduli. Awalnya sampah rumah tangga hanya ditumpuk di tempat sampah masing-masing rumah. Lalu diangkut petugas, tanpa dipilah tanpa diolah.
Baca Juga:Mojang Jajaka Ciamis 2025, Panggung Kolaborasi Generasi MudaSatpol PP Bogor Tegas: Hanya Merah Putih yang Boleh Berkibar di HUT RI ke-80
Kini semua warga kompak. Sampah sudah dipilah dari masing-masing rumah. Dibedakan sampah organik, anorganik dan residu.
Sampah organik diangkut dan diolah ke tempat pengolahan terpusat di komplek. Sampah anorganik diangkut yang kemudian diserahkan ke beberapa bank sampah. “Jadi tinggal residu yang diangkut petugas Pemkot,” bebernya.(son)
