Kesimpulannya, masalah utama Sirion bukan hanya ada pada produknya, tetapi pada mereknya: Daihatsu. Daihatsu sudah terlanjur dikenal sebagai merek mobil murah yang banyak berbagi platform dan komponen dengan Toyota. Citra ini membuat Daihatsu kesulitan menjual mobil di segmen yang lebih premium.
Sebagian besar konsumen mengenal Daihatsu dari model-model seperti Ayla, Sigra, atau Xenia, mobil-mobil yang murah, praktis, dan identik dengan fungsionalitas dasar. Ketika Daihatsu mencoba menawarkan sesuatu yang lebih premium seperti Sirion, branding mobil murah mereka justru menjadi hambatan. Akibatnya, walaupun produknya kompetitif, persepsi pasar tetap melihat Sirion sebagai “mobil biasa”.
