JABAR EKSPRES – Gilbert Arenas, mantan pemain NBA yang pernah memperkuat Washington Wizards, ditangkap bersama lima orang lainnya atas dugaan menyelenggarakan praktik judi poker ilegal dengan nilai taruhan tinggi di kediamannya yang mewah di Encino, pinggiran kota Los Angeles, seperti diumumkan oleh jaksa Amerika Serikat pada Kamis.
Menurut pihak kejaksaan, Arenas menyewakan rumah tersebut untuk dijadikan lokasi perjudian dari bulan September 2021 hingga Juli 2022. Dalam dakwaan yang dibacakan di Los Angeles, disebutkan bahwa kegiatan tersebut melibatkan sejumlah wanita muda yang diberi imbalan berupa tip untuk melayani minuman, memberikan pijatan, dan menemani para pemain poker.
Arenas kini menghadapi tiga dakwaan, yaitu berkonspirasi dalam pengoperasian bisnis perjudian ilegal, menjalankan bisnis perjudian ilegal, serta memberikan keterangan palsu kepada penyidik federal.
Baca Juga:Paus Leo XIV Kecam Krisis Kemanusiaan di Gaza dan Desak Gencatan Senjata SegeraHonda Revo Fit 2024: Motor Bebek Irit, Tangguh, dan Terjangkau, Cocok Untuk Pemula
Selain Arenas, nama Yevgeni Gershman juga termasuk dalam daftar tersangka. Ia disebut memiliki hubungan dengan jaringan kejahatan terorganisasi asal Israel.
Berdasarkan isi dakwaan, Arthur Kats, yang merupakan rekan Arenas, bertanggung jawab atas pengaturan lokasi, merekrut pihak lain untuk ikut serta, serta mengelola pembayaran sewa rumah.
Jenis permainan yang dijalankan adalah “Pot Limit Omaha,” sebuah varian poker, di mana penyelenggara mengambil potongan dari setiap taruhan yang masuk.
Para perempuan yang bertugas dalam acara itu juga disebutkan harus menyerahkan sebagian tip mereka kepada panitia. Selain itu, rumah tersebut dilengkapi dengan fasilitas lengkap seperti koki pribadi, petugas parkir, dan penjaga bersenjata.
Dakwaan juga mengungkap bahwa pada bulan November 2021, Arenas pernah mengirimkan foto meja poker bertuliskan “ARENAS POKER CLUB” kepada Kats sebagai bagian dari pengaturan kegiatan tersebut.
Jika dinyatakan bersalah, masing-masing terdakwa terancam hukuman maksimal lima tahun penjara untuk setiap dakwaan. Gershman sendiri menghadapi dakwaan tambahan karena diduga bersekongkol dengan Valentina Cojocari untuk melakukan pernikahan palsu demi mendapatkan status penduduk tetap (green card) di Amerika Serikat.
Sebagai catatan, Arenas terakhir bermain di NBA pada tahun 2012 sebelum bergabung dengan klub basket Shanghai Sharks di Tiongkok.
Baca Juga:Butuh Modal Usaha? Ini Alasan Mengajukan KUR Bisa Jadi Pilihan Tepat bagi UMKMXiaomi 15: Hp Flagship Punya Performa Ganas dan Fitur Premium
Namanya pernah mencuat dalam kontroversi tahun 2009 saat ia membawa senjata ke ruang ganti dan terlibat konflik dengan rekan satu timnya, Javaris Crittenton, karena masalah perjudian kartu. Insiden tersebut membuatnya diskors selama 50 pertandingan oleh NBA.*
