JABAR EKSPRES – Banjir kembali merendam kawasan pemukiman dan fasilitas pendidikan di Kota Cimahi. Kompleks Yayasan Pendidikan Islam Darussurur dan 18 rumah warga di Kampung Panyaweuyan RT 2–3 RW 13, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, terendam banjir pasca hujan deras yang melanda pada Senin (28/7) malam.
Tak adanya jalur pembuangan dan saluran drainase yang tak mampu menampung debit air jadi penyebab utama air sulit surut.
“Bangunan yang terdampak banjir ada 18 rumah dan 1 kompleks sekolah. Petugas kesulitan mencari jalur pembuangan air saat hendak disedot, sedangkan drainase penuh sehingga baru surut beberapa waktu kemudian,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan, saat dikonfirmasi via telepon, Selasa (29/7/2025).
Baca Juga:Bagai Fenomena Gunung Es, Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Cimahi Naik-TurunFadli Zon Wacanakan Taksir Harga Pusaka hingga Arca Harta Karun Nasional, Mau di Lelang?
Sebanyak 19 kepala keluarga (KK) dengan total 82 jiwa terdampak langsung akibat banjir tersebut. Tak hanya warga, ratusan pelajar di lingkungan sekolah juga ikut terkena imbasnya. Air menggenangi kawasan sekolah, mengganggu aktivitas belajar mengajar serta kegiatan keseharian warga sekitar.
“Genangan air tersebut mengganggu aktivitas warga. Selain itu, kegiatan di sekolah ikut terdampak,” ujarnya.
Berdasarkan kajian cepat BPBD, penyebab utama banjir berasal dari hujan dengan intensitas tinggi yang tak diimbangi dengan kapasitas saluran drainase memadai.
“Di sisi lain, daya tampung saluran drainase tidak mencukupi sehingga meluap dan menyebabkan terjadinya genangan di beberapa titik,” jelas Fithriandy.
Sejumlah barang milik warga dan fasilitas sekolah turut mengalami kerusakan. BPBD memperkirakan nilai kerugian akibat peristiwa ini mencapai sekitar Rp90 juta. Dalam penanganannya, BPBD bergerak cepat dengan menggandeng berbagai pihak.
“BPBD Kota Cimahi langsung berkoordinasi dengan unsur kewilayahan Kelurahan Utama, Relawan Cimahi, R2B KBB, pihak Sekolah Darussurur, dan warga sekitar dalam penanganan kejadian bencana,” kata Fithriandy.
Ia menambahkan, penting bagi masyarakat untuk tetap siaga terhadap ancaman bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu, terutama di wilayah dengan infrastruktur saluran air yang buruk.
Baca Juga:Perluasan Kantor Pemkab Bandung Barat Mandek, Ganti Rugi Warga Terdampak Hanya Wacana!Angkot Pintar Belum Siap Diterapkan, Baru Berjalan di 2029?
“BPBD Kota Cimahi menghimbau masyarakat agar selalu waspada akan ancaman dan potensi bencana. Jika terjadi kejadian agar segera melapor sehingga bisa segera ditanggulangi,” pungkasnya. (Mong)
