7 Motor Yamaha yang Sebaiknya Tidak Dibeli di 2025, Jangan Tergoda Tampilan Luar

Motor Yamaha yang Jangan Dibeli di 2025
Motor Yamaha yang Jangan Dibeli di 2025
0 Komentar

Dari sisi fitur, Gear 125 sebenarnya sudah cukup lengkap di kelasnya. Tipe tertinggi telah dilengkapi dengan Stop & Start System dan Smart Key System. Namun, jika dibandingkan dengan kompetitor, beberapa kekurangan cukup mencolok:

Panel instrumen masih sepenuhnya analog. Sementara kompetitor seperti Honda BeAT sudah menggunakan kombinasi panel analog-digital dengan layar LCD tambahan.

Bobot motor tergolong berat untuk kelas matik kompak, yakni sekitar 95–96 kg. Ini lebih berat beberapa kilogram dibandingkan Honda BeAT.

Baca Juga:Jarang Diketahui, Ini Rahasia Kesuksesan Honda hingga Berhasil Kuasai Pasar Otomotif Indonesia10 Aplikasi Android Multifungsi dan Canggih 2025, Cocok untuk Semua Kebutuhan

Ground clearance hanya 135 mm, tergolong rendah untuk motor perkotaan yang sering melintasi polisi tidur atau jalan berlubang.

Performa mesin terasa cukup biasa, khas motor entry-level, meskipun spesifikasinya terlihat menarik di atas kertas.

Menariknya, saat ini Yamaha sudah merilis generasi terbaru dari Gear 125 yang menawarkan sejumlah peningkatan. Namun, meskipun versi terbarunya telah tersedia, Gear 125 tetap tergolong kurang diminati di pasaran.

7. Yamaha NMAX Generasi Awal

Yamaha NMAX generasi awal merupakan salah satu motor matik terlaris di Indonesia. Bahkan hingga kini, harga unit bekasnya masih cukup stabil. Namun di balik popularitasnya, motor ini memiliki sejumlah kelemahan yang tidak bisa diabaikan.

Beberapa pengguna melaporkan adanya getaran mesin yang terasa hingga ke stang, terutama saat berada di putaran mesin tinggi (RPM tinggi). Masalah ini biasanya disebabkan oleh baut engine mounting yang kendor atau sudah aus. Selain itu, setelah pemakaian sekitar dua tahun, beberapa pemilik juga melaporkan terjadinya konsumsi oli berlebih yang bisa mencapai 800–1000 ml per 1.000 km, fenomena yang sering disebut sebagai vampir oli.

Yang paling disayangkan, biaya perawatan motor ini tergolong mahal. Misalnya, untuk mengganti engine mounting di bengkel resmi bisa memakan biaya hingga Rp500.000. Selain itu, tensioner rantai keteng pada NMAX juga rentan kendor, yang jika dibiarkan dapat menimbulkan suara mesin yang bising.

Masalah lainnya terletak pada sektor kelistrikan. NMAX generasi awal dilengkapi dengan cukup banyak sensor, namun kualitas kelistrikan Yamaha seringkali dianggap kurang stabil. Akibatnya, pengguna kerap mengalami gangguan seperti munculnya kode error secara tiba-tiba, yang tentunya cukup merepotkan.

0 Komentar