Larangan Study Tour Belum Dicabut, Massa Solidaritas Pekerja Pariwisata Kompak Pasang Spanduk Terbuka

Larangan Study Tour Belum Dicabut, Massa Solidaritas Pekerja Pariwisata Kompak Pasang Spanduk Terbuka
Spanduk terbuka untuk Presiden yang dipasang Masa Solidaritas P3JB.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Massa Solidaritas Para Pekerja Pariwisata Jawa Barat (P3JB) memasang spanduk terbuka, sebagai bentuk protes larangan study tour.

Spanduk yang dipasang di tempat kerjanya itu berisi permintaan terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto.

Mereka berharap presiden dapat menginstruksikan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, untuk mencabut larangan study tour.

Baca Juga:Diduga Korsleting Listrik, Kontrakan di Bojonggede Bogor Ludes TerbakarHarga Beras Naik, Omzet Pedagang di Kota Bandung Malah Turun 60 Persen! 

“Ini kami lakukan secara masif. Semua kompak memasang spanduk terbuka di tempat kerja masing-masing,” terang Koordinator Solidaritas P3JB, Herdis Subarja.

Spanduk itu di pasang di tempat mencolok di masing-masing tempat kerja. Agar suara dan keluh kesah itu bisa didengar para pejabat sampai Presiden Prabowo.

Selain itu, gerakan masif juga dilakukan di media sosial melalui status WhatsApp, maupun media sosial lain.

Herdis menegaskan, tuntutannya jelas. Yakni agar Gubernur Dedi Mulyadi bisa mencabut kebijakannya. “Cabut larangan study tour, ” jelasnya.

Aksi itu merupakan tindak lanjut dari demo yang sempat digelar di Gedung Sate, Senin (21/7) lalu.

Sebab, aksinya saat itu tidak direspons langsung oleh Gubernur Jabar. Massa tidak ditemui langsung dan hanya direspons melalui media sosial.

Herdis menguraikan, pihaknya tentu tidak akan tinggal diam atas tuntutannya itu. Apalagi melihat respons Gubernur yang nampak kukuh pada pendiriannya melarang study tour.

Baca Juga:Proyek Normalisasi Drainase di Rancaekek Masih Mangkrak dan Tak Ada Kejelasan, Diduga Proyek Ilegal?Gara-gara Dimarahi Guru, Siswa SD di Pameungpeuk Kabupaten Bandung Nekat Lakukan Aksi Percobaan Bunuh Diri

“Kami akan ada aksi lebih masif dan lebih besar lagi,” katanya.

Herdis melanjutkan, selain aksi, jalur lain juga akan ditempuh. Misalnya langkah diplomasi politik.

“Itu lewat DPRD Provinsi, bahkan bisa kami berdiplomasi ke DPR RI,” cetusnya.

Herdis menegaskan bahwa ada tiga elemen yang terlibat aksi Senin (21/7) itu. Mereka dari pelaku usaha trasportasi pariwisata, pelaku usaha perjalanan umum dan wisata, dan pelaku UMKM di sektor wisata.

“Ini sedang menghadap resesi selain dampak ekonomi global ditambah dampak kebijakan gubernur,” cetusnya. (Son)

Reporter: Hendrik Muchlison

0 Komentar