JABAR EKSPRES – Pemerintah tengah memperkuat strategi ekonomi di paruh kedua 2025 demi menjaga target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,2 persen.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa sejumlah langkah telah disiapkan guna memastikan laju pertumbuhan tetap sesuai harapan, khususnya pada kuartal III dan IV.
“Pertumbuhan ekonomi kita tetap optimis, jadi kita berharap pertumbuhan sesuai dengan perencanaan di angka 5,2 persen. Beberapa hal sudah dipersiapkan, dan Bapak Presiden (Prabowo Subianto) sudah mengarahkan bagaimana kita bisa mengungkit pertumbuhan di kuartal III dan kuartal IV,” ujarnya.
Baca Juga:DPR dan Pemerintah Sepakati Kenaikan Target Pajak dalam RAPBN 2026Dorong Perbaikan dalam Pelayanan, Bupati Bogor Ajak APDESI Bersinergi Bangun Desa
Salah satu fokus utama pemerintah adalah mengevaluasi ulang paket stimulus yang telah diluncurkan, agar dampaknya lebih maksimal pada semester kedua 2025.
Program perumahan menjadi salah satu sektor unggulan dalam strategi ini.
Melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), pemerintah menargetkan pembangunan 350 ribu rumah.
Ditambah lagi, Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor perumahan diharapkan mampu mendukung pembangunan tambahan 450 ribu unit rumah.
Kombinasi dua program ini diproyeksikan memberi efek ganda, terutama dalam menggerakkan sektor konstruksi dan menyerap tenaga kerja secara luas.
Selain sektor perumahan, pemerintah juga akan menggenjot sektor pariwisata, terutama menjelang masa liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Persiapan pelabuhan dan bandara di daerah destinasi wisata terus dilakukan agar mampu menampung arus kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara.
“Ini sejalan dengan keinginan kita menarik investasi dari berbagai negara yang ingin langsung dating ke tempat,” katanya.
Baca Juga:Ngeyel Parkir di Badan Jalan, Siap-siap Digembok Dishub KBB!Pemkot Susun Rencana Kontinjensi Banjir Bandang, Ancaman Semakin Nyata di Bantaran Sungai Cimahi
Meski tekanan eksternal seperti kebijakan tarif impor 19 persen dari Amerika Serikat tetap menjadi tantangan, pemerintah menaruh harapan pada kekuatan domestik.
Penyesuaian kebijakan dan optimalisasi sektor-sektor strategis menjadi andalan dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional.
Adapun pada kuartal II 2025, pemerintah telah meluncurkan lima paket stimulus ekonomi dengan nilai total Rp24,44 triliun.
Stimulus ini pun mencakup berbagai insentif untuk menjaga daya beli masyarakat selama masa libur sekolah, antara lain subsidi transportasi, diskon tarif tol, bantuan sosial, subsidi upah, dan insentif sektor ketenagakerjaan.
Insentif tersebut di antaranya diskon 30 persen tiket kereta api, potongan PPN6 persen untuk tiket pesawat, diskon 50 persen angkutan laut, serta potongan tarif tol sebesar 20 persen.
