JABAR EKSPRES – Kamu mungkin pernah dengar istilah rojali dan rohana berseliweran di media sosial.
Kedengarannya lucu, tapi sebenarnya dua istilah ini punya makna yang cukup dalam dan nyambung banget sama kehidupan sehari-hari, apalagi kalau kamu sering jalan-jalan ke mall.
Jadi, apa itu rojali dan rohana sebenarnya? Berikut ini kami rangkum dari beberapa sumber.
Baca Juga:KUR BRI 2025 Pinjaman Modal Usaha Rp100 Juta, Cicilan Mulai Rp70 Ribuan1 Kode Redeem FF Free Fire Hari Ini, Yuk Klaim Hadiahnya Sekarang!
Arti Rojali dan Rohana: Singkatan Gaya Hidup Belanja Masa Kini
Istilah rojali merupakan singkatan dari rombongan jarang beli, sedangkan rohana adalah kependekan dari rombongan hanya nanya.
Walaupun kamu nggak akan nemu kedua kata ini di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), dua istilah ini sedang populer banget sebagai bentuk sindiran lucu terhadap kebiasaan masyarakat saat ke mall atau pusat perbelanjaan.
Rojali merujuk pada mereka yang suka datang ke mall rame-rame tapi jarang mengeluarkan uang untuk beli barang.
Sementara rohana biasanya hanya mampir ke toko buat nanya-nanya harga, lalu pergi tanpa membeli apapun. Cuma tanya, terus kabur. Nah, apakah kamu salah satu dari mereka?
Fenomena Ini Bukan Sekadar Lucu-lucuan
Di balik candaan tentang rojali dan rohana, sebenarnya ada fenomena ekonomi yang menarik buat kamu perhatikan.
Saat ini, banyak pusat perbelanjaan yang ramai dikunjungi, tapi justru omzet para pedagang menurun. Kok bisa?
Jawabannya simpel: penurunan daya beli masyarakat. Banyak orang datang ke mall hanya untuk window shopping, refreshing, atau sekadar ngadem di ruangan ber-AC.
Baca Juga:5 Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini, 24 Juli 2025, Klaim Banyak Hadiah Gratis!Nomor WA Kamu Ditransfer Saldo DANA Gratis Rp180.000 dari Link Ini
Tapi saat sampai di toko, mereka urung belanja karena kondisi keuangan yang kurang mendukung.
Akhirnya, niat beli baju baru berubah jadi sekadar ngelihat-lihat atau tanya harga doang.
Kenapa Bisa Muncul Rojali dan Rohana?
Fenomena rojali dan rohana banyak didominasi oleh kelas menengah, baik yang ke bawah maupun ke atas. Meskipun sama-sama datang ke mall, alasan mereka bisa berbeda.
Kelas menengah ke bawah: Mereka cenderung mengalami penurunan daya beli.
Harga barang yang makin naik sementara pemasukan tetap bikin mereka lebih berhati-hati saat berbelanja.
Kalau pun beli, biasanya pilih produk dengan harga yang lebih terjangkau.
