Temukan Indikasi Pupuk Bersubsidi di Atas HET, Mentan: Cabut Izinnya!

Temukan Indikasi Pupuk Bersubsidi di Atas HET, Mentan: Cabut Izinnya!
Ilustrasi pasokan pupuk bersubsidi untuk menunjang produktivitas petani. (Dok. Kementerian Pertanian)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah mengaku akan bertindak tegas terhadap jika menemukan adanya indikasi kecurangan, atau sengaja mempersulit distribusi pupuk bersubsidi terhadap petani.

Hal itu disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat meninjau langsung program Cetak Sawah Rakyat dan Optimalisasi Lahan (Oplah) di Kabupaten Siak, Riau, Rabu (23/7).

“Siapa yang main-main dengan pupuk, saya cabut izinnya,” tegas Andi, dikutip Kamis (24/7/2025).

Baca Juga:KAMMI Bandung Desak Pemkot Sanksi Komunitas Lari Bagi-bagi Bir di Pocari Run!Warga Rancabungur Keluhkan Buih Putih di Aliran Sungai Cisadane : Sudah Lima Tahun, Pemerintah Masih Acuh! 

Tindakan itu, kata dia, dilakukan demi memastikan petani memperoleh akses cepat dan mudah. Sehingga dapat meningkatkan produktivitas pertanian.

Dalam agenda tersebut, Mentan mengaku menemukan adanya indikasi kecurangan dengan menjual pupuk bersubsidi melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).

Meski ia tidak menyebutkan secara jelas di mana lokasi indikasi kecurangan itu terjadi, namun ia menyayangkan hal itu. Sebab, itu sangat merugikan petani dan menghambat ketahanan pangan.

Untuk itu, ia mengambil langkah tegas dengan mencabut izin bagi distributor pupuk yang terbukti melakukan kecurangan tersebut.

Ini juga, kata dia, sebagai berntuk ketegasan negara dalam melindungi petani dari praktik distribusi yang menyimpang. “Negara harus hadir.”

Selain persoalan pupuk, Amran juga menyoroti persoalan akses air irigasi dan distribusi yang menjadi dua hal penting bagi petani.

“Air dari alam adalah hak petani. Jangan sampai ditahan dan dipersulit. Saya minta Pak Dandim, Kapolres, Kajari, semua turun ke lapangan. Dahulukan petani, dahulukan rakyat kecil,” kata Amran.

Baca Juga:Hak Pejalan Kaki di Kabupaten Bandung Masih Terabaikan, Seperti Daerah Tak Layak Huni! Viral! Diduga Tak Mampu Bayar Parkir di Pasar Dayeuhkolot, Anak SMA Terisak

Menyikapi itu, Mentan meminta Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk segera melakukan perbaikan saluran irigasi yang bermasala agar produktivitas petani tidak terganggu.

“Saya minta irigasi ini segera diperbaiki, selesaikan seluruh perbaikan di area ini, langsung dikerjakan,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Siak Afni Zulkifli memastikan daerahnya siap untuk berkontribusi dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

Hal itu didiukung dengan luas lahan sawah di Kabupaten Siak yang mencapai 4.183 hektare dan tersebar di tujuh kecamatan dengan Indeks Pertanaman (IP) mencapai 250.

“Pertanian adalah mimpi besar kami, dan kami telah menempatkannya sebagai visi-misi utama Pemerintah Kabupaten Siak. Hanya di Siak sawah rawa bisa panen IP 250, ini kata petani ya Pak. Ini luar biasa,” ucapnya.

0 Komentar