Pesta Rakyat di Garut Tewaskan 3 Orang, Polda Jabar Periksa 11 Saksi Termasuk EO dan Aparat

Dok. Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan. Rabu (23/7). Foto. Sandi Nugraha.
Dok. Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan. Rabu (23/7). Foto. Sandi Nugraha.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) terus mendalami insiden tragis yang terjadi dalam pesta rakyat di Pendopo Kabupaten Garut, Jumat (18/7/2025), yang menewaskan 3 orang dan melukai puluhan lainnya akibat desak-desakan.

Acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian pernikahan Maula Akbar Mulyadi Putra — putra sulung Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi — dengan Wakil Bupati Garut, Putri Karlina.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengatakan hingga kini sudah 11 orang saksi diperiksa oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar.

Baca Juga:50 Siswa Satu Kelas Bikin Sesak? Dewan Jabar Pilih Solusi Bangun RKBPanen Terancam! Petani Bandung Ubah Strategi Tanam

“Sebanyak 11 saksi sudah dimintai keterangan terkait tragedi antrean di pesta pernikahan Wakil Bupati Garut dan anak Gubernur Jabar,” ujar Hendra di Mapolda Jabar, Rabu (23/7).

Ia menjelaskan, para saksi berasal dari berbagai pihak, termasuk penanggung jawab acara dan Event Organizer (EO), aparat kepolisian yang bertugas mengamankan acara, unsur pemerintah daerah, warga sekitar lokasi kejadian.

“Keterangan dari semua pihak dibutuhkan untuk mendapatkan gambaran utuh dan memastikan penyebab insiden secara hukum,” lanjut Hendra.

Penyelidikan saat ini ditangani langsung oleh Ditreskrimum Polda Jabar. Beberapa saksi tambahan disebut masih menjalani pemeriksaan di gedung penyidikan.

Sebelumnya, 10 orang saksi juga telah diperiksa oleh Polres Garut, mencakup berbagai unsur yang terlibat dan mengetahui jalannya acara. Hal itu dibenarkan oleh Kasatreskrim Polres Garut, AKP Joko Prihatin.

“Iya, sudah kami periksa semuanya. Dari EO, Satpol PP, kepolisian, sopir ambulans, sampai dokter — semua lengkap,” ungkap Joko, Selasa (22/7).

Hingga saat ini, penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap kelalaian atau faktor-faktor yang menyebabkan tragedi mematikan tersebut.

0 Komentar