JABAR EKSPRES – Anggota DPRD Jabar Rafael Situmorang mendorong Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) jadi solusi. Itu untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Jabar.
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) itu menguraikan, pendidikan di Jabar belum sepenuhnya berjalan ideal. Ada beberapa masalah yang masih menyelimuti.
Mulai dari pembiayaan, pemerataan sarana prasarana, hingga soal serapan sekolahABAR negeri dan swasta. Dalam pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) ini juga banyak wali murid yang mengeluh sulit masuk sekolah negeri.
Baca Juga:Panen Terancam! Petani Bandung Ubah Strategi Tanam3 Rumah Hangus Dilalap Api di Cimahi, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Faktornya adalah keterbatasan daya tampung. Sementara untuk sekolah di swasta juga perlu merogoh kocek yang tidak sedikit.
Rafael menjelaskan, Pemprov Jabar telah mengambil siasat. Salah satunya dengan menambah rombel di beberapa sekolah tertentu yang bisa di isi sampai 50.
Namun kebijakan itu dinilai belum sepenuhnya tepat. “Pembelajaran menjadi tidak ideal dan berpotensi menurunkan kualitas pembelajaran di kelas, ” katanya.
Rafael melanjutkan, idealnya satu kelas maksimal diisi 40 siswa. “Lebih dari itu, guru akan kewalahan dan suasana belajar tidak kondusif. Ini merugikan juga, ” cetusnya.
Rafael lebih sependapat terkait pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB). “Kami dukung itu, ” katanya.
Menurut Rafael, jika memang daya tampung sekolah negeri penuh maka sebaiknya bisa masuk ke sekolah swasta. Namun pemerintah memberi dukungan finansial. “Pemerintah ambil andil dengan bantuan pendidikan, ” cetusnya.
Di sisi lain, Kadisdik Jabar Purwanto sempat mengungkapkan, pihaknya juga telah menyiapkan program RKB. Total ada 661 kelas yang akan dibangun. Dengan anggaran sekitar Rp300 miliar. Kelas juga bakal dilengkapi toilet. (son)
