Mbappe sempat kembali memperkuat tim di babak gugur, namun hasilnya jauh dari harapan. Real Madrid harus menerima kekalahan telak 0-4 dari Paris Saint-Germain yang notabene klub lama Mbappe.
Kendati begitu, sang pemain tetap menunjukkan sisi positifnya dengan mencetak gol-gol penting di turnamen lain.
Ia menjadi penentu kemenangan dalam dua partai final, yakni UEFA Super Cup melawan Atalanta dan Piala Interkontinental FIFA kontra Pachuca.
Baca Juga:Lagi! Oknum Guru Ngaji Rudapaksa Anak di bawah Umur, Kali ini Terjadi di Cicendo Bandung8 Orang Luka-Luka dalam Kecelakaan Truk MBG di Kolmas KBB, Polisi Dalami Penyebabnya
Sayangnya, ia juga tak kuasa mencegah kekalahan dari Barcelona di dua final berbeda: Copa del Rey dan Spanish Supercopa. Kekalahan ganda itu membuat fans Madrid menuntut lebih banyak dari bintang mereka musim depan.
Dengan mengenakan nomor 10, tanggung jawab Mbappe pun semakin besar. Ia tak lagi hanya diharapkan mencetak gol, tapi juga menjadi pemimpin dalam permainan dan simbol harapan para penggemar di era pasca-Modric.
Nomor punggung ini membawa beban sejarah. Di masa lalu, angka 10 dipakai oleh nama-nama seperti Michael Laudrup dan Luis Figo, sebelum akhirnya dimiliki Modric. Kini, Mbappe harus menuliskan kisahnya sendiri di balik nomor sakral itu.
Musim depan akan menjadi ujian sebenarnya bagi Mbappe. Tak ada lagi waktu untuk adaptasi. Para pendukung Madrid menginginkan trofi dan dominasi kembali, dan mereka menatap ke satu nama, yaitu Kylian Mbappe.
