Produk-produk tersebut dikembangkan melalui UMKM lokal dan dipasarkan secara daring oleh generasi muda Cireundeu. Meski sempat mencoba menjual produk rasi ke kawasan Dago dan Kebun Binatang Bandung, respon pasar dinilai belum maksimal.
“Akhirnya kami fokus jualan di sini saja. Pengunjung ke Cireundeu bisa mencapai 1.000 hingga 1.500 orang setiap bulannya. Dan ini cukup untuk menopang penjualan,” pungkas Jajat. (Mong)
Reporter: Firman Satria
