JABAR EKSPRES – Gerakan Masyarakat atau GEMA Kabupaten Bandung menggelar aksi mimbar bebas di Jembatan Dayeuhkolot pada Sabtu (19/7) lalu.
Aksi tersebut sebagai bentuk desakan kepada pemerintah untuk segera merealisasikan proyek rehabilitasi jembatan penghubung vital antara Kota dan Kabupaten Bandung, yang kondisinya kini dinilai membahayakan pengguna jalan.
Aksi ini sempat terekam dan viral di media sosial. Dalam video unggahan yang beredar, sejumlah massa tampak berorasi, membentangkan spanduk, serta menempelkan tuntutan mereka di sekitar lokasi jembatan.
Baca Juga:Tunggu SK Wali Kota, 16 Bangunan di Atas Sungai Cilember Segera DibongkarKoni Minta Pemkot Bersikap, Atlet Andalan Pilih Hengkang
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sali Al-Aitaam, Muhamad Indra Wijaya, yang juga menjadi bagian dari aksi ini menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan respons dari kekecewaan masyarakat yang selama bertahun-tahun merasa diabaikan.
“Jadi itu teh sebenarnya mimbar bebas ya. Aksi mimbar bebas yang mana itu keresahan masyarakat dan dihimpun di Gerakan Masyarakat (GEMA) Kabupaten Bandung. Walaupun saya dari BEM, tapi kita mengatasnamakan GEMA agar gerakan ini bisa merangkul masyarakat lebih luas, karena biasanya mahasiswa dan masyarakat suka bentrok pandangan,” ujar Indra saat dikonfirmasi, Selasa (22/7/2025).
Menurut Indra, aksi tersebut tidak hanya membawa tuntutan mahasiswa, tetapi juga merupakan suara dari warga yang merasa kecewa dengan lambannya realisasi proyek rehabilitasi jembatan yang sudah direncanakan sejak 2022.
Ia menyebut bahwa pada tahun tersebut, pemerintah sempat menggulirkan wacana pembangunan ulang jembatan dengan anggaran sekitar Rp55 miliar, namun hingga kini tidak ada kejelasan eksekusinya.
“Tahun 2022 itu sempat ada rencana pembangunan ulang dengan anggaran Rp55 miliar, tapi tidak ada tindak lanjut dari provinsi. Padahal itu jalan provinsi. Lalu sekarang muncul anggaran Rp6 miliar untuk rehabilitasi, tapi masyarakat mempertanyakan transparansi dan akuntabilitasnya,” terang Indra.
Lebih jauh, Indra membeberkan bahwa kondisi jembatan saat ini sangat memprihatinkan dan telah menimbulkan korban jiwa.
Ia mengungkapkan adanya kecelakaan fatal yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia, serta insiden sebuah mobil yang terbalik karena kerusakan di bagian struktur jembatan.
Baca Juga:Tarif Impor AS 1 Agustus Tak Berlaku Bagi RI?Seleksi Dewan Pengawas LPI Dibuka, Ini Syaratnya!
“Sudah ada satu orang meninggal, dan tahun 2022 itu pernah ada mobil terbalik gara-gara jembatannya rusak. Kalau dibiarkan, bisa makan korban lagi. Maka dari itu kami tuntut percepatan rehabilitasi dan pengawasan ketat terhadap penggunaan anggarannya,” tegasnya.
