Sebut Proyek Mangkrak Normalisasi Drainase Rancaekek Tanggungjawab Pemprov, Bupati Bandung: Kita Kerepotan

Sebut Proyek Mangkrak Normalisasi Drainase Rancaekek Tanggungjawab Pemprov, Bupati Bandung: Kita Kerepotan
Bupati Bandung, Dadang Supriatna saat ditemui di Desa Cileunyiwetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. (Yanuar/Jabar Ekspres)
0 Komentar

“Enggak ada sampai sekarang. Waktu awal juga itu mendadak, dari orang DPUTR (Kabupaten Bandung) yang di lapangan disebutnya ini tanggap darurat banjir,” ujarnya.

Didin menjelaskan, jika disebut tanggap darurat padahal area tersebut meski kerap banjir, namun genangan airnya tidak sampai ratusan sentimeter.

“Malah setelah dibongkar itu air langsung limpah ke jalan, gak terlihat ada selokan, banyak yang kejebur. Jembatan kayu sementara juga terbawa hanyut kalau banjir,” jelasnya.

Baca Juga:Buntut Kasus Doxing Aktivis Neni Nur Hayati, Pemprov Jabar Disomasi!Desak Kejari Bongkar Kasus Korupsi Dinkes, DPRD KBB: Usut Tuntas!

Didin menyebutkan, proyek normalisasi drainase yang hanya membongkar jembatan ke kios, toko, rumah dan jalan ke pemukiman kini semakin terasa dampaknya.

Sejumlah warga kian resah terhadap proyek normalisasi drainase yang mangkrak tersebut. Mengingat jembatan darurat yang dibangun mandiri oleh warga, kondiainya semakin rapuh.

Proyek drainase yang pembongkaranya dilakukan awal Maret 2025 lalu, dampaknya sangat terasa bagi puluhan pengusaha, tak terkecuali para petani.

Petani yang biasa dapat mengangkut hasil panen menggunakan mobil, kini kendaraan roda empat harus diparkirkan di pinggir jalan. Setiap karung harus dipanggul mandiri.

Bahkan, akibat proyek normalisasi drainase ini hanya sebatas pembongkaran, tapi belum juga dilanjutkan dan tanpa ada pengamanan, lambat laun para pengusaha menutup kios atau tokonya.

Didin menyampaikan, saat ini warga terdampak proyek normalisasi drainase yang mangkrak hanya bisa pasrah dan berharap, agar pengerjaan perbaikan dapat dilanjutkan.

“Ada info tapi belum pasti, proyek drainase akan dilanjutkan September (2025) mendatang. Warga meminta kelanjutan proyek segera jangan sampai September,” pungkasnya. (Bas)

0 Komentar