JABAR EKSPRES – Dunia pendidikan di Jawa Barat bersiap menghadapi perubahan besar. Berdasarkan Pergub No. 58/PK.03/DISDIK, seluruh jenjang pendidikan, dari PAUD hingga SMA/SMK, termasuk SD, akan memulai kegiatan belajar mengajar pukul 06.30 WIB mulai tahun ajaran 2025/2026.
SDN Cibeureum Mandiri 1 Cimahi termasuk sekolah yang menyatakan kesiapan menyambut kebijakan ini. Kepala sekolah, Dewi Cahyanti, menilai aturan tersebut memiliki sisi positif dan negatif yang perlu dipertimbangkan secara bijak.
“Setiap kebijakan pasti ada plus minusnya. Sisi baiknya, anak-anak dan guru terbiasa bangun pagi, yang juga mendukung rutinitas ibadah seperti tahajud dan salat subuh,” ujar Dewi, Senin (21/7/25).
Baca Juga:Hadirkan Hidangan Rumahan khas Zaman Dulu, RM. Wangi Seruni Suguhkan Hidangan IniPenyaluran Perdana Bantuan Pangan oleh Perum BULOG Kancab Bandung Didampingi Wali Kota Bandung
Dewi menambahkan, pulang sekolah yang lebih awal memberi waktu lebih banyak untuk istirahat dan kegiatan positif lain, seperti mengaji di masjid sekitar rumah.
Namun, tantangan tetap ada. Beberapa siswa dan guru masih kesulitan menyesuaikan diri dengan jadwal baru. Kemacetan pagi dan jarak rumah ke sekolah menjadi kendala, termasuk waktu yang sempit untuk sarapan.
“Masih ada siswa yang datang terlambat. Lalu lintas tetap padat karena semua sekolah mulai di waktu yang sama. Bahkan saya sendiri kadang tak sempat sarapan karena terburu-buru,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti dampak kebijakan ini terhadap keluarga dengan anak usia dini yang masih perlu diantar ke TK. Persiapan pagi hari pun menjadi lebih kompleks bagi para orang tua.
Pada tahun ajaran ini, SDN Cibeureum Mandiri 1 menerima 123 siswa baru yang terbagi dalam empat rombel. Meski menghadapi keterbatasan fasilitas, terutama meja dan kursi yang rusak, pihak sekolah berkomitmen melakukan perbaikan bertahap.
“Kami berupaya melengkapi sarana secara bertahap. Jumlah kursi cukup, tapi kondisinya perlu perbaikan. Insya Allah akan dipenuhi perlahan,” katanya.
Meski siswa mulai mengantuk sekitar pukul 11 siang, pihak sekolah tetap akan menjalankan instruksi pemerintah.
Baca Juga:Jaga Stabilitas Harga, BULOG Bandung Salurkan Beras SPHP Langsung ke KonsumenKetok Palu RPJMD 2025 – 2029, Ada Perampingan BUMD hingga Pemekaran Desa
“Kita jalani saja sesuai arahan dari gubernur dan wali kota,” tutup Dewi.
