“Ini bisa sangat mengganggu kenyamanan belajar. Untuk pasang AC biayanya besar, sementara dana sekolah terbatas, hanya bersumber dari BOS dan BOPD. Alternatifnya, kami akan menambah kipas angin semaksimal mungkin,” ungkapnya.
Terkait kebutuhan sarana-prasarana yang meningkat seiring bertambahnya jumlah siswa, Uus menyatakan sekolah sementara akan memanfaatkan ruang yang ada, seperti mengubah laboratorium menjadi ruang kelas.
“Ke depan, kami rencanakan penambahan kelas sesuai kebutuhan,” imbuhnya.
Terkait dukungan dari pemerintah provinsi, Uus mengaku telah mendapat informasi bahwa bantuan kursi tambahan akan segera dikirim, menyesuaikan kebutuhan rombel 50 siswa. Namun ia menyadari distribusi bantuan itu membutuhkan waktu.
Baca Juga:DPRD Kota Cimahi Panggil Pejabat Pemkot, Fokus Evaluasi Program dan Tuntaskan Darurat SampahBawaslu RI Ajak Pemuda dan Mahasiswa Jadi Agen Literasi Informasi Pemilu di Bandung Barat
“Anak-anak tetap harus mendapat pelayanan yang adil dan merata, terutama siswa kelas 10. Untuk kelas 11 dan 12 kondisinya relatif aman karena tidak ada perubahan jumlah,” katanya.
Uus juga berharap adanya dukungan dari para orang tua siswa dalam bentuk sumbangan sukarela yang dapat digunakan untuk mendukung upaya peningkatan kualitas pembelajaran.
“Sekolah tidak boleh menyerah. Kami harus tetap berupaya menjaga prestasi. Minimal, kualitas pembelajaran tidak turun dibanding saat jumlah siswa 36 orang per kelas. Itu harapan besar kami sebagai pendidik di SMAN 2 Cimahi,” pungkasnya. (Mong)
