DPRD Cimahi Lirik Inovasi Ubah Sampah Jadi BBM di Bank Sumber Daya Sampah Induk Melong RW 26  

Teknologi ramah lingkungan ini dikembangkan oleh Bank Sumber Daya Sampah Induk Melong RW 26 Cimahi, atas inisi
Teknologi ramah lingkungan ini dikembangkan oleh Bank Sumber Daya Sampah Induk Melong RW 26 Cimahi, atas inisiatif Wahyu Dharmawan, pegiat lingkungan setempat, bersama Lionard Sutandi dari Bandung Great dan Sumber Daya Sampah Melong 26.  Foto: Firman Satria
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Inovasi pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar bensin dan solar melalui teknologi pirolisis atau yang dikenal dengan Petasol mulai menarik perhatian publik, termasuk para legislator di Kota Cimahi.

Teknologi ramah lingkungan ini dikembangkan oleh Bank Sumber Daya Sampah Induk Melong RW 26 Cimahi, atas inisiatif Wahyu Dharmawan, pegiat lingkungan setempat, bersama Lionard Sutandi dari Bandung Great dan Sumber Daya Sampah Melong 26.

Mesin pirolisis yang digunakan merupakan hasil pengembangan sejak 2014 di Banjarnegara, dan baru mulai diterapkan di Cimahi pada Februari 2025.

Baca Juga:Prihatin Soal Kasus Penjualan Bayi, Bupati Bandung Instruksikan Camat dan Kades Tingkatkan PengawasanCimahi Bangun Rumah Singgah Pertama untuk Kelompok Rentan, Rampung Oktober 2025

Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widyatmoko, bersama anggota DPR RI, Lydia Hanifa dan anggota Komisi I DPR RI, Ayi, telah meninjau langsung lokasi pengolahan. Mereka menyaksikan proses konversi berbagai jenis sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif.

“Memang tidak semua jenis plastik saya hafal, tapi ada beberapa yang bisa diolah menjadi dua, yaitu bensin dan solar,” ujar Wahyu saat dikonfirmasi Jabar Ekspres melalui sambungan telepon, Senin (21/7/2025).

Wahyu mengakui, saat ini mesin pirolisis yang ada masih terbatas, baik jumlah maupun kapasitasnya. Namun, ia menilai teknologi ini memiliki potensi besar jika mendapatkan dukungan serius dari pemerintah maupun investor.

“Mesinnya baru satu, kapasitasnya juga masih terbatas, hanya mampu mengolah sekian ton sampah plastik per hari. Untuk benar-benar menanggulangi persoalan sampah plastik di Cimahi, tentu perlu dukungan dari berbagai pihak,” ucapnya.

Ia pun mendorong Pemerintah Kota Cimahi untuk mempelajari lebih lanjut potensi teknologi tersebut. Menurutnya, jika hasil kajian Pemkot menyimpulkan teknologi Petasol layak dan efektif, maka sudah sepatutnya dikembangkan lebih lanjut.

“Kalau menurut kajian Pemerintah Kota teknologi itu bisa menangani sampah plastik, saya rasa memang sebaiknya dikembangkan,” tegas Wahyu.

Dari penjelasan penggagas, kata Wahyu, mesin ini juga mendukung konsep berkelanjutan. Hampir tidak ada limbah yang terbuang karena seluruh hasil proses bisa dimanfaatkan kembali.

Baca Juga:Heboh! Tertangkap Basah Lakukan Asusila di Sekeloa Bandung, Pelaku Diduga ODGJMasuk Sekolah Jam 06.30, SDN Cibeureum Mandiri 1 Siap Disiplin Sejak Dini

“Teknologi ini sustain. Proses pembakaran menghasilkan uap yang diolah menjadi bensin dan solar. Bahkan sisa residunya bisa dimanfaatkan,” jelasnya.

Ia pun mengaku akan membawa isu ini ke meja pembahasan DPRD dan menyampaikannya langsung kepada Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi.

0 Komentar