“Insya Allah, ini akan saya sampaikan kepada DLH. Karena ini hal baru dan menarik, apalagi baru pertama kali ada di Cimahi. Semoga bisa segera dikembangkan,” ujarnya.
Soal harga mesin pirolisis yang disebut mencapai hampir Rp500 juta per unit, Wahyu menilai nilai investasi tersebut patut dipertimbangkan jika dibandingkan dengan manfaat jangka panjangnya.
“Harganya memang tinggi, tapi ini bisa kita bahas dalam agenda pembahasan anggaran atau momen lainnya. Saya pikir perlu ada atensi khusus untuk ini,” katanya.
Baca Juga:Prihatin Soal Kasus Penjualan Bayi, Bupati Bandung Instruksikan Camat dan Kades Tingkatkan PengawasanCimahi Bangun Rumah Singgah Pertama untuk Kelompok Rentan, Rampung Oktober 2025
Di akhir perbincangan, Wahyu berharap teknologi Petasol bisa menjadi solusi konkret permasalahan sampah plastik sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi warga Cimahi.
“Kalau teknologi ini terus dikembangkan, saya lihat bisa memberikan efek domino yang positif. Dari mulai menyerap tenaga kerja, sampai menyelesaikan persoalan sampah plastik. Bahkan hasil produksinya bisa menopang operasionalnya sendiri,” pungkas Wahyu. (Mong)
